Kebakaran Kembali Muncul di TNWK, Bupati Lamtim Turun Langsung Percepat Pemadaman

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LampungCorner.com, LAMPUNG TIMUR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur (Lamtim). Setelah titik api di Desa Braja Harjosari berhasil dipadamkan, kebakaran kembali muncul di lokasi baru di Desa Braja Luhur.

Bupati Lamtim Ela Siti Nuryamah turun langsung ke lokasi, Minggu (23/8/2026), untuk memastikan proses pemadaman berlangsung cepat dan melibatkan seluruh unsur terkait.

Ela mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamtim terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pihak TNWK, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung hingga pemerintah pusat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kami selaku kepala daerah turut turun bersama-sama mendukung dan berupaya untuk gerak cepat dalam rangka proses pemadaman,” ujar Ela saat berada di lokasi kebakaran.

Menurut Ela, titik kebakaran pertama di Desa Braja Harjosari telah berhasil dipadamkan pada Sabtu malam sekitar pukul 19.30 WIB. Namun, pada Minggu pagi, petugas kembali menemukan titik api baru di Desa Braja Luhur.

Baca Juga :  Zulhas Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung, Siap Hadir di Kick-off 10K

“Ini adalah titik baru yang ada di Desa Braja Luhur. Mudah-mudahan kita nanti tangani bersama,” katanya, didampingi Sekda Lamtim Rustam Effendi.

Upaya pemadaman melibatkan berbagai unsur. Personel TNWK dan polisi hutan, Polres Lamtim, Kodim, Batalyon, pemerintah daerah hingga Pemprov Lampung dikerahkan untuk mengendalikan api.

Ela menyebut tambahan personel dari Batalyon menjadi salah satu dukungan penting untuk mempercepat penanganan karhutla.

“Semua personel sudah turun dari semua pihak terkait. Kita alhamdulillah kedatangan tenaga baru ini, Batalyon, dan juga pemerintah daerah serta pemprov. Ini turun semuanya dalam upaya mempercepat menghentikan kebakaran,” ujarnya.

Selain mengandalkan pemadaman secara manual, pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat dukungan water bombing atau pemboman air jika kondisi di lapangan membutuhkan langkah tersebut.

“Pasukan dan personel semuanya sudah di lapangan. Kita juga terus koordinasi ke pusat terkait percepatan water bombing. Tetapi sebelumnya kita antisipasi secara manual,” jelas Ela.

Medan yang sulit dilalui kendaraan menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Karena itu, petugas harus mengandalkan tenaga dan peralatan manual untuk menjangkau titik api.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah

Sejumlah sarana pendukung seperti alkon, selang dan berbagai peralatan lainnya juga dikerahkan ke lokasi kebakaran.

“Alat-alat yang sudah kita support itu masuk semuanya, alkon, selang, bahkan personel. Kolaborasi ini penting dilakukan,” kata Ela.

Ela menegaskan, keselamatan petugas menjadi prioritas utama selama proses pemadaman. Di sisi lain, kawasan TNWK merupakan wilayah konservasi yang harus dijaga dari ancaman kerusakan akibat kebakaran.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, ayo kita hindari aktivitas-aktivitas yang bisa memicu kebakaran hutan. Ayo kita jaga lingkungan, jaga hutan, jaga konservasi untuk masa depan anak-anak kita ke depan,” tegasnya.

Pemerintah berharap titik api di Desa Braja Luhur dapat segera ditangani sehingga api tidak meluas ke kawasan lainnya.

“Jaga Taman Nasional Way Kambas sebagai alam konservasi yang menjadi aset masa depan Indonesia,” pungkas Ela. (*)

 

Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

Gubernur Mirza Turun Langsung Pastikan Karhutla Tak Merembet ke Way Kambas
Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, 161 Ribu Warga Mengungsi
Karhutla Ancam Way Kambas, Gubernur Pastikan Api Tak Meluas
Prabowo Perintahkan Tambah Helikopter dan Personel Tangani Karhutla
Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 87 Orang, 150.576 Mengungsi
Presiden Prabowo Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Kalimantan Barat
Transparansi Keuangan Pringsewu, BPKAD Rilis Update Posisi RKUD, Saldo Kas Capai Rp20 Miliar, Zero Belanja Tak Terduga
Merajut Transparansi, Menghadirkan Solusi, Satu Tahun Kepemimpinan Olpin Putra di BPKAD Pringsewu
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Kebakaran Kembali Muncul di TNWK, Bupati Lamtim Turun Langsung Percepat Pemadaman

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:37 WIB

Gubernur Mirza Turun Langsung Pastikan Karhutla Tak Merembet ke Way Kambas

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:35 WIB

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, 161 Ribu Warga Mengungsi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Karhutla Ancam Way Kambas, Gubernur Pastikan Api Tak Meluas

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Prabowo Perintahkan Tambah Helikopter dan Personel Tangani Karhutla

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Karhutla Ancam Way Kambas, Gubernur Pastikan Api Tak Meluas

Minggu, 23 Agu 2026 - 20:42 WIB

BREAKING NEWS

Prabowo Perintahkan Tambah Helikopter dan Personel Tangani Karhutla

Minggu, 23 Agu 2026 - 15:30 WIB