NTT – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Hingga Minggu (23/8/2026) pukul 18.16 WIB, tercatat 91 orang meninggal dunia.
Jumlah tersebut bertambah empat orang dibandingkan data yang dirilis sehari sebelumnya.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, korban meninggal tersebar di tujuh kabupaten.
“Saat ini, hingga pukul 18.16 WIB, Minggu, 23 Agustus 2026, jumlah korban meninggal sebanyak 91 jiwa atau bertambah empat jiwa dari hari sebelumnya,” kata Berton dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB.
Rinciannya, 32 korban meninggal berada di Manggarai, 31 orang di Manggarai Timur, enam orang di Sikka, dua orang di Ende, satu orang di Manggarai Barat, 14 orang di Nagekeo, dan lima orang di Ngada.
Berton menjelaskan, sebagian besar korban meninggal akibat dampak langsung gempa. Sebanyak 51 persen korban tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan dan dampak langsung lainnya.
Sementara itu, 49 persen korban meninggal akibat dampak tidak langsung.
Berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), korban yang meninggal akibat dampak tidak langsung umumnya memiliki penyakit penyerta atau penyakit bawaan, seperti penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes.
Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, korban meninggal didominasi warga lanjut usia. BNPB mencatat 39 korban merupakan lansia, empat batita, satu balita, 12 anak-anak dan remaja, serta 35 orang dewasa.
Berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 40 korban meninggal merupakan laki-laki dan 48 perempuan. Sementara tiga korban lainnya masih dalam proses identifikasi.
Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat sebanyak 1.286 orang mengalami luka-luka akibat gempa.
Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 643 orang. Disusul Manggarai Barat dengan 504 korban luka.
Jumlah warga yang terpaksa meninggalkan rumahnya juga terus bertambah. Hingga Minggu sore, BNPB mencatat sebanyak 161.084 warga mengungsi di sejumlah wilayah terdampak.
Manggarai menjadi daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak, mencapai 46.519 jiwa. Berikutnya Nagekeo dengan 34.256 pengungsi dan Manggarai Timur sebanyak 31.372 jiwa.
Data korban dan pengungsi masih berpotensi berubah seiring pendataan serta penanganan yang terus dilakukan di wilayah terdampak. (*)















