Update Gempa NTT: 44.946 Rumah Rusak, 83 Orang Meninggal

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Jumat (21/8/2026) pukul 16.00 WIB, sebanyak 83 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan mengatakan, jumlah tersebut bertambah delapan orang dibandingkan data sehari sebelumnya yang mencapai 75 jiwa.

“Pada hari ini pukul 16.00 WIB, Jumat, 21 Agustus 2026, jumlah yang meninggal menjadi 83 jiwa. Yang semula kemarin kami sampaikan 75 jiwa, bertambah delapan jiwa,” kata Berton dalam konferensi pers secara daring, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga :  Hari Kelima Pascabencana NTT, Pemerintah Kembali Kirim 65 Ton Logistik

Menurut Berton, delapan korban tambahan tersebut meninggal akibat dampak tidak langsung dari gempa. Dua korban tercatat berasal dari Kabupaten Manggarai, dua dari Manggarai Timur, tiga dari Nagekeo, dan satu korban dari Kabupaten Ngada.

Selain korban meninggal, jumlah warga yang mengalami luka-luka juga meningkat. BNPB mencatat sebanyak 986 orang mengalami luka, bertambah dari sebelumnya 907 orang.

Jumlah pengungsi pun mengalami lonjakan. Dari sebelumnya 92.735 jiwa, kini mencapai 110.785 jiwa atau bertambah 18.050 orang.

Gempa juga menyebabkan kerusakan pada 44.946 unit rumah warga. Rinciannya, 17.176 rumah rusak berat, 9.758 rumah rusak sedang, dan 18.013 rumah rusak ringan.

Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah dengan dampak kerusakan rumah paling parah. Di daerah tersebut tercatat 5.962 rumah mengalami rusak berat.

Baca Juga :  PWI Pusat Desak Hotman Paris Klarifikasi dan Minta Maaf, Tegaskan Martabat Wartawan Tak Boleh Direndahkan

Sementara itu, Kabupaten Manggarai mencatat 3.146 rumah rusak berat dan Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 3.050 unit.

Berton mengatakan, data kerusakan masih terus dimutakhirkan oleh posko di masing-masing kabupaten. Pendataan dilakukan berdasarkan nama dan alamat warga terdampak atau by name by address.

“Rumah rusak berdasarkan tingkat kerusakannya akan tetap ditetapkan berdasarkan by name, by address atau berdasarkan nama dan alamat para warga yang terdampak akibat bencana,” ujarnya.

BNPB memastikan pemutakhiran data akan terus dilakukan seiring proses penanganan dan pendataan korban serta kerusakan akibat gempa. (*)

Berita Terkait

BNPB Catat 3.752 Gempa Susulan Guncang NTT, Korban Tewas Capai 75 Jiwa
Konflik Pertanahan Buay Bulan dan PTPN I Dimediasi, Empat Kesepakatan Jadi Titik Awal
Susul Dua Pendaftar, Prof. Asep Sukohar Resmi Daftar Pilrek Unila
Ukom Lampura Jadi Sorotan, Suwardi: Pilih Pejabat yang Bersih, Kompeten dan Berani
Kabar Baik, Guru PPPK Bakal Jadi PNS
Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Mantan Kakanwil Pajak Ditahan KPK
Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 71 Orang, Puluhan Ribu Warga Mengungsi
Lampura Dapat Tambahan TKD Rp96,9 Miliar, Fiskal Daerah Makin Longgar
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Update Gempa NTT: 44.946 Rumah Rusak, 83 Orang Meninggal

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:13 WIB

BNPB Catat 3.752 Gempa Susulan Guncang NTT, Korban Tewas Capai 75 Jiwa

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Konflik Pertanahan Buay Bulan dan PTPN I Dimediasi, Empat Kesepakatan Jadi Titik Awal

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Ukom Lampura Jadi Sorotan, Suwardi: Pilih Pejabat yang Bersih, Kompeten dan Berani

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Kabar Baik, Guru PPPK Bakal Jadi PNS

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Update Gempa NTT: 44.946 Rumah Rusak, 83 Orang Meninggal

Jumat, 21 Agu 2026 - 19:52 WIB

BANDAR LAMPUNG

Karang Taruna Lampung Siap Jadi Garda Mitigasi Bencana hingga Desa

Kamis, 20 Agu 2026 - 19:08 WIB