LampungCorner.com, LAMPUNG TIMUR – Kondisi jalan di kawasan Islamic Center Kabupaten Lampung Timur kini memprihatinkan. Ruas jalan yang sebelumnya beraspal rapi berubah menjadi jalur tanah berbatu yang dipenuhi kerikil tajam. Kerusakan itu diduga dipicu oleh aktivitas kendaraan berat yang keluar masuk proyek pembangunan Sekolah Rakyat di sekitar lokasi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, lapisan aspal di sejumlah titik tampak terkelupas dan tergerus. Di sisi kanan jalan bahkan terlihat bongkahan beton serta tanah galian yang menumpuk. Permukaan jalan pun tidak lagi rata, melainkan bergelombang dan berpotensi membahayakan pengendara yang melintas.
Di saat kondisi jalan terus memburuk, truk-truk pengangkut material proyek masih terlihat hilir mudik menuju area pembangunan. Intensitas mobilisasi kendaraan dengan beban berat tersebut diduga mempercepat kerusakan infrastruktur jalan.
Indra, salah satu warga setempat, menyayangkan kondisi tersebut. Ia menegaskan masyarakat tidak menolak pembangunan Sekolah Rakyat, namun berharap proyek tersebut tidak mengorbankan fasilitas umum yang digunakan warga.
“Kami tidak menolak pembangunan sekolah rakyat. Itu untuk kepentingan bersama. Tapi jangan sampai fasilitas umum seperti ini jadi korban. Jalan ini akses utama jamaah yang datang ke Islamic Center, apalagi sebentar lagi musim haji,” ujarnya.
Indra juga mempertanyakan pengawasan dari pihak terkait terhadap aktivitas kendaraan proyek. Menurutnya, perlu ada langkah antisipatif serta komitmen perbaikan setelah pembangunan selesai.
“Sekarang saja sudah hancur begini, padahal proyek masih berjalan. Kalau tidak ada pengawasan dan tanggung jawab yang jelas, kerusakan bisa makin parah, apalagi dua bulan lagi pemberangkatan haji,” tegasnya.
Warga pun berharap pemerintah daerah bersama pihak pelaksana proyek segera memberikan penjelasan terbuka sekaligus solusi konkret atas kerusakan jalan tersebut. Mereka tidak ingin masyarakat menjadi pihak yang menanggung dampak pembangunan tanpa kejelasan siapa yang bertanggung jawab.
Sementara itu, Humas perusahaan yang mengerjakan proyek Sekolah Rakyat, Catur Alfin, menjelaskan bahwa jalan tersebut memang menjadi akses mobilisasi alat-alat proyek.
“Untuk jalan memang digunakan sebagai akses mobilisasi alat-alat ke proyek SR. Setelah mobil-mobil pancang tidak ada mobilisasi lagi, maka akan kami perbaiki seperti semula, Pak,” ujar Catur. (*)
Editor: Furkon Ari
















