Diperiksa Selama 7 Jam karena Diduga Korupsi, Waketum KONI Lampung Mengaku Santai

- Jurnalis

Kamis, 18 November 2021 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waketum KONI Lampung Frans Nurseto usai diperiksa Kejati, Rabu (17/11/2021). Foto: Sulaiman

Waketum KONI Lampung Frans Nurseto usai diperiksa Kejati, Rabu (17/11/2021). Foto: Sulaiman

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung memeriksa Ketua Satgas KONI yang juga Wakil Ketua Umum (Waketum) KONI Lampung Frans Nurseto terkait dugaan korupsi dana hibah Rp30 miliar, Rabu (17/11/2021).

Frans menjalani pemeriksaan selama 7 jam terhitung sejak pukul 10.00 sampai pukul 17.30 WIB. Ia hanya istirahat untuk makan siang dan pukul 15.00 WIB istirahat.

“Santai aja pemeriksaannya, diperiksanya sebentar, tapi akhirnya jadi ngobrolin semua,” ujar Frans ditemui usai menjalani pemeriksaan, Rabu.

Frans mengaku hanya dirinya yang diperiksa hari ini. Para pengurus lainnya sudah diperiksa, tinggal kepala bidang yang belum diperiksa tim penyidik Kejati.

Baca Juga :  Launching Tim Bhayangkara Lampung Gratis, 4.000 Jersey Dibagikan

“Kayaknya saya pamungkasnya ini. Setelah ini, (saya) akan dipanggil lagi, karena ada data yang akan perlu dibawa seperti SK, saya nggak tahu (diminta membawa),” katanya.

Frans mengaku dicecar penyidik seputar bidang jabatannya yakni bidang teknik kegiatan. Mulai dari target medali cabang olahraga yang dilombakan hingga pembinaan atlet.

“Saya menjelaskan perihal atlet khusus, karena mendapatkan dua medali emas. Dan adanya perbedaan gaji, karena bergantung prestasi. Atlet dua emas tentu berbeda dengan yang satu emas,” tuturnya.

Baca Juga :  Listrik Masih Jadi Biang Kebakaran di Bandar Lampung, 149 Kasus Terjadi di 2026

Menurutnya, tidak ada pembahasan anggaran secara spesifik. Karena hal itu, kata Frans, merupakan ranahnya bidang perencanaan anggaran.

Ia pun berkeyakinan penuh di bidang yang ia pimpin tidak ada penyelewengan anggaran KONI, termasuk dana hibah seperti yang diusut Kejati.

“Saya optimis di bidang saya tidak ada penyelewengan anggaran, di KONI juga saya optimis,” ucapnya.

Diketahui, tim penyidik Pidsus Kejati Lampung terus memeriksa sejumlah pejabat KONI terkait dugaan korupsi dana hibah KONI Lampung Rp30 miliar yang diperuntukkan untuk PON XX Papua. (*)

Red

Berita Terkait

Launching Tim Bhayangkara Lampung Gratis, 4.000 Jersey Dibagikan
Karang Taruna Lampung Siap Jadi Garda Mitigasi Bencana hingga Desa
Dukung HPN dan Porwanas 2027, Rycko Menoza Optimistis Ekonomi Lampung Bergeliat
PWI Lampung Bidik Tri Sukses Porwanas dan HPN 2027, Dongkrak Prestasi hingga Ekonomi Daerah
Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027
Seleksi Rampung, Ini Daftar Wakil Lampung di Cabor Karaoke Porwanas 2027
Optimisme Tinggi! Yuhadi Sebut Atlet Karaoke PWI Lampung Siap Sapu Bersih 6 Emas di Porwanas 2027
Target Enam Emas, PWI Lampung Mulai Seleksi Atlet Karaoke Porwanas 2027
Berita ini 90 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:52 WIB

Launching Tim Bhayangkara Lampung Gratis, 4.000 Jersey Dibagikan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Karang Taruna Lampung Siap Jadi Garda Mitigasi Bencana hingga Desa

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Dukung HPN dan Porwanas 2027, Rycko Menoza Optimistis Ekonomi Lampung Bergeliat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:51 WIB

PWI Lampung Bidik Tri Sukses Porwanas dan HPN 2027, Dongkrak Prestasi hingga Ekonomi Daerah

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Canda Presiden Prabowo Ke Gus Yahya: Aku Dari Dulu Minta Kartu NU

Kamis, 27 Agu 2026 - 19:59 WIB

PEMERINTAHAN

Pemkab Tubaba Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Tekan Stunting

Kamis, 27 Agu 2026 - 19:50 WIB