Dorong Kemandirian Pangan, Nanang Pinta Petani Jual Padi Dan Jagung Dalam Kemasan

- Jurnalis

Rabu, 1 Februari 2023 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Lamsel – Sebagai daerah lumbung pangan nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menjadikan pertanian, khususnya padi dan jagung, sebagai sektor unggulan. Selain itu mendorong branding produk lokal, agar petani sejahtera.

Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto meminta agar hasil produksi padi dan jagung di Kabupaten Lampung Selatan, khususnya di Kecamatan Sragi dapat dikemas dengan merek lokal. Sehingga, hasil sumber daya alam Kabupaten Lampung Selatan dapat lebih dikenal luas.

“Saya yakin kesejahteraan pasti akan kita dapat. Inilah kemandirian menggali potensi, banyak jagung-nya, banyak padi-nya. Tapi kita hanya jadi penonton, padi dibawa ke luar daerah, mereknya jadi merek luar. Padahal berasnya punya kita, harus bisa membuat merek sendiri, branding potensi kita,” ujar Nanang dalam acara Musrenbang Kecamatan Sragi.

Sebab kata Nanang, Kecamatan Sragi merupakan salah satu wilayah lumbung pangan di kabupaten Lampung Selatan. Oleh karenanya, hal tersebut harus dimanfaatkan dengan baik sebagai sarana dalam pemenuhan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

“Jagung dan padi merupakan suatu ketahanan pangan, lumbungnya ketahanan pangan Kabupaten Lampung Selatan. Bayangkan, kalau daerah di luar negeri, mereka-mereka itu tidak mempunyai ketahanan pangan tapi mereka mempunyai persenjataan. Kita bersyukur bahwa kita ini diberi negara yang sangat subur yang sangat luar biasa,” kata Nanang.

Baca Juga :  PNS Kementerian Imigrasi Bisa Ikut Seleksi Poltekimipas, Usia Maksimal 25 Tahun

Dalam acara Musrenbang RKPD Tingkat Kecamatan Sragi yang digelar Kantor Kecamatan Sragi, Rabu (01/02/2023), Bupati Nanang juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan pekarangan dan halaman rumah, agar ditanam tanaman kebutuhan pokok sehari-hari.

“Nah, ini memang penting. Tidak ada arti sebuah pembangunan kalau tingkat kemiskinan masyarakatnya masih tinggi. Kesehatan dan pendidikan menjadi poin utama menuju kesejahteraan masyarakat,” imbuh Nanang.

Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto saat meninjau stand UMKM pada acara Musrenbang RKPD Kecamatan Sragi tahun 2023. | Foto Diskominfo Lamsel

Sementara, pada kesempatan itu, Camat Sragi Murizal Effendi, S.H., menyampaikan, Kecamatan Sragi terdiri dari 10 desa dengan luas wilayah seluas dari 9,8 km².

Dari luasan itu, terdiri dari daerah persawahan 23 persen, daerah tambak 60 persen, daerah perkebunan 17 persen, daerah pemukiman warga sebanyak 55 persen.

Dengan luas wilayah tersebut, Kecamatan Sragi berhasil menjadi daerah lumbung pangan dengan produksi padi per tahun sebesar 32.472 ton. Kemudian, produksi jagung 45.186 ton per tahun, udang 7.780 ton per tahun serta produksi ikan sebanyak 2.268 ton per tahun.

Baca Juga :  Mau Jadi Taruna Poltekimipas? Siapkan 12 Dokumen Ini

“Kita bersyukur Kecamatan Sragi termasuk lumbung pangannya Kabupaten Lampung Selatan bahkan Provinsi Lampung. Kemudian, Kecamatan Sragi juga mempunyai UMKM yang merupakan unggulan dari Kecamatan Sragi. UMKM yang sudah terdata sebanyak 220 unggulan, akan tetapi yang belum terdata masih banyak sekali,” ungkap Murizal Effendi.

Murizal Effendi menambahkan, guna mendukung potensi Sumber Daya Alam (SDA) tersebut, Kecamatan Sragi juga telah berinovasi pada sektor pertanian, dengan menciptakan teknologi tepat guna berupa transformasi kincir air dari 3 phase menjadi 1 phase.

Teknologi tepat guna ini, kata Murizal Effendi, sangat bermanfaat untuk para petani di Kecamatan Sragi. Karena selain mampu menghemat energi, penggunaan kincir angin satu phase juga berguna dalam membantu proses produksi.

“Kita bersyukur para pemuda kita, Karang Taruna memperoleh juara 3 inovasi teknologi tepat guna yaitu transformasi kincir air dari 3 phase menjadi 1 phase. Ini sangat membantu para petani karena menghemat asupan listrik untuk para petani. Kemudian, inovasi yang kedua yaitu pemanfaatan air hujan yang juga ada di desa Bandar Agung,” kata Murizal Effendi.  (ptm)

Berita Terkait

General Manager ASDP Bakauheni: HPN dan Porwanas 2027 Jadi Sejarah bagi PWI Lampung
SPAK Imigrasi Kalianda 98,45, Kakanim: Kepercayaan Masyarakat Harus Dijaga
Nilai Kepuasan 98,06, Imigrasi Kalianda Tak Mau Cepat Berpuas Diri
Pekerja Informal di Trans Tanjungan Didorong Ikut BPJS Ketenagakerjaan
PNS Kementerian Imigrasi Bisa Ikut Seleksi Poltekimipas, Usia Maksimal 25 Tahun
Poltekimipas 2026 Buka Formasi Khusus Putra-Putri Papua
Mau Jadi Taruna Poltekimipas? Siapkan 12 Dokumen Ini
Wisata Dominasi Permohonan Paspor di Imigrasi Kalianda, Capai 3.721 Pemohon
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 21:15 WIB

General Manager ASDP Bakauheni: HPN dan Porwanas 2027 Jadi Sejarah bagi PWI Lampung

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

SPAK Imigrasi Kalianda 98,45, Kakanim: Kepercayaan Masyarakat Harus Dijaga

Jumat, 4 September 2026 - 09:59 WIB

Nilai Kepuasan 98,06, Imigrasi Kalianda Tak Mau Cepat Berpuas Diri

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Pekerja Informal di Trans Tanjungan Didorong Ikut BPJS Ketenagakerjaan

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:32 WIB

PNS Kementerian Imigrasi Bisa Ikut Seleksi Poltekimipas, Usia Maksimal 25 Tahun

Berita Terbaru

Pariwisata

Dari Kebun ke Cangkir, Wonosari Buka Wisata Edukasi Teh

Senin, 5 Okt 2026 - 18:54 WIB

LC TV Story

Prabowo Sematkan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Jenderal

Senin, 5 Okt 2026 - 13:13 WIB

LC TV Story

Rocky Gerung Masuk Wantimpres: Alasan Gue Menolak Apa?

Sabtu, 3 Okt 2026 - 09:10 WIB