BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandar Lampung memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesehatan masyarakat.
Penguatan kerja sama tersebut dibahas saat Gubernur yang akrab disapa Mirza itu menerima kunjungan kerja BBPOM di ruang kerjanya, Selasa (11/8/2026).
Mirza menilai pengawasan obat dan makanan menjadi bagian penting dalam pembangunan kualitas SDM. Melalui pengawasan yang optimal, masyarakat diharapkan mendapatkan pangan, obat-obatan, dan produk lain yang aman serta bermutu.
“Pengawasan obat dan makanan merupakan bagian penting dari pembangunan kualitas SDM. Kita ingin masyarakat Lampung sehat, anak-anak tumbuh dengan baik, dan mendapatkan pangan yang aman. Karena itu, sinergi dengan BBPOM harus terus diperkuat,” ujar Mirza.
Ia secara khusus meminta BBPOM meningkatkan pendampingan dan pengawasan keamanan pangan di lingkungan sekolah, termasuk dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, pengawasan bersama perlu dilakukan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi anak-anak memenuhi standar keamanan pangan sekaligus mendukung pemenuhan gizi mereka.
“Kita harus melakukan pengawasan bersama-sama, terutama di lingkungan sekolah. Anak-anak kita harus mendapatkan pangan yang aman dan bergizi,” katanya.
Selain menyasar lingkungan sekolah, Mirza mendorong BBPOM memperkuat pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama dalam pemenuhan standar keamanan, mutu, dan perizinan produk.
Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk UMKM agar lebih kompetitif sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar.
Mirza juga mendorong BBPOM bersinergi dalam memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Koperasi tersebut diharapkan menjadi wadah pemasaran sekaligus mitra bisnis bagi UMKM untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kelas produknya.
Di sisi lain, Pemprov Lampung juga mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap layanan publik. Salah satu langkah yang diarahkan Mirza adalah mengintegrasikan layanan BBPOM, khususnya informasi dan pengaduan, ke dalam aplikasi Lampung-In.
Integrasi tersebut diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan menyampaikan pengaduan terkait obat serta makanan secara lebih cepat dan terpadu. (*)
















