Harga Sapi Australia & Biaya Pakan Naik Jadi Penyebab Daging Sapi Mahal

- Jurnalis

Kamis, 24 Februari 2022 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang daging sapi di pasar Kemiri Muka, Kota Depok, mengakui adanya kenaikan harga akibat terbatasnya pasokan. Foto: Dok. Istimewa

Pedagang daging sapi di pasar Kemiri Muka, Kota Depok, mengakui adanya kenaikan harga akibat terbatasnya pasokan. Foto: Dok. Istimewa

LAMPUNGCORNER.COM, Harga daging sapi Indonesia mengalami kenaikan. Berdasarkan data Info Pangan Jakarta, harga daging sapi hari ini terpantau tembus Rp 160 ribu per kg di Pasar Kebayoran Lama. Normalnya, harga daging sapi yang dijual konsumen Rp 120 ribu per kg.

Salah satu manajer tempat penggemukan (feedlot) sapi di kawasan Jabodetabek, mengatakan penyebab harga daging sapi naik saat ini karena harga sapi bakalan dari Australia naik drastis. Indonesia sendiri merupakan negara pengimpor sapi dari Negeri Kanguru.

Harga sapi bakalan dari Australia sebelumnya UAD 3,7, kini menyentuh UAD 4,5 per kg bobot hidup yang dikirim ke Jakarta. Biaya itu termasuk asuransi hewan di dalam kapal sampai ke Pelabuhan Tanjung Priok.

“Kenaikan ini disebabkan infonya Australia kehabisan stok sapi. Mereka lagi melakukan re-stocking sapinya di Australia,” katanya, Kamis (24/2).

Dengan meningkatkan harga beli sapi bakalan per kg bobot hidup, otomatis harga sampai di kandang peternak juga naik. Menurut hitungannya, menyentuh Rp 66.000 per kg bobot hidup. Padahal, normalnya Rp 48.000 hingga Rp 51.000 per kg bobot hidup.

Baca Juga :  Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

“Pengusaha feedlot mau tidak mau harus menaikkan harga jual mereka untuk mengantisipasi kekosongan stok sapi di kandang,” lanjutnya.

Menurutnya, kenaikan biaya sapi per kg bobot hidup bukan hanya di Jakarta, tapi kompak di berbagai daerah mulai dari Jawa Barat, Banten, Lampung, hingga Sumatera Utara.

Kondisi ini, kata dia, membuat harga daging sapi yang sampai di konsumen jadi mahal. Karena setelah sampai di feedlot, sapi dibawa ke Rumah Potong Hewan (RPH). Di sinilah, kata dia, ada permainan bandar sampai ke pedagang di pasar.

Biaya Pakan Sapi Bakalan Juga Naik

Selain harga sapi bakalan dari Australia yang naik, biaya pakan untuk perawatan sapi setibanya di Indonesia juga naik agar sapi gemuk. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Juan Permata Adoe, mengatakan biaya operasional feedlot untuk pembelian pakan ini juga mengalami kenaikan.

Baca Juga :  Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama

Juan mengatakan, saat ini harga sumber pakan lokal tradisional seperti limbah tapioka, bungkil kopra, dan banyak komoditas lainnya meningkat karena peningkatan teknologi ekstraksi. Belum lagi, pakan tersebut juga diekspor. Kondisi ini, kata Juan, membuat perusahaan feedlot merugi.

“Ditambah permintaan domestik yang berkurang disebabkan oleh pandemi dan menjadikan importir dihantam dari segala arah. Meskipun harus menanggung kerugian ini, lebih dari 41.000 ekor sapi bakalan yang diekspor dari Australia pada bulan Desember dan 9.424 lainnya selama bulan Januari,” kata Juan.

Meski begitu, Juan menjelaskan ada alasan yang mendorong importir untuk tetap berdagang walau rugi. Menurutnya, keyakinan para importir adalah harga sapi bakalan Australia akan turun secara tiba-tiba dan memungkinkan bisnis untuk kembali.

 

Red

Berita Terkait

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama
Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin
Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama
Menang Adu Pinalti, Argentina Juarai Piala Dunia 2022
Momen Haru Ridwan Kamil Dipeluk Warga Bern yang Selamatkan Adik Eril dari Arus Sungai Aare
Pencarian Anak Ridwan Kamil di Sungai Aare Terkendala Air Keruh, Ini Penjelasan Polisi Swiss
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:35 WIB

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

Jumat, 4 September 2026 - 13:48 WIB

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Rabu, 2 September 2026 - 18:29 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama

Rabu, 2 September 2026 - 08:53 WIB

Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin

Minggu, 30 November 2025 - 18:42 WIB

Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama

Berita Terbaru