LampungCorner.com, BANDAR LAMPUNG – Setiap 10 Desember, dunia bersama-sama memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia. Bukan sekadar seremoni, momen ini menjadi pengingat bahwa martabat setiap manusia harus dihormati, dijaga, dan diperjuangkan.
Setiap individu berhak hidup dengan aman, bebas dari rasa takut, serta terbebas dari segala bentuk diskriminasi.
Dilansir dari laman resmi un.org, Hari HAM Sedunia diperingati untuk mengenang lahirnya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights/UDHR), sebuah komitmen global yang menegaskan hak-hak dasar yang melekat pada setiap manusia.
Dokumen bersejarah yang diresmikan Majelis Umum PBB di Paris pada 10 Desember 1948 ini menjadi pondasi utama bagi perlindungan hak-hak fundamental di seluruh dunia.
UDHR kini telah diterjemahkan ke dalam 577 bahasa, menjadikannya dokumen paling banyak diterjemahkan di dunia. Capaian ini menunjukkan betapa universalnya nilai-nilai kemanusiaan yang dikandungnya melintasi batas negara, budaya, maupun agama.
Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat memegang peran penting untuk memastikan hak-hak tersebut dapat dirasakan oleh semua orang.
Bentuk nyata kontribusi itu bisa diwujudkan dengan melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, penyandang disabilitas, hingga korban bencana.
Selain itu, setiap individu dapat terlibat aktif dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dengan:
Menghargai perbedaan dan menolak kekerasan maupun diskriminasi dalam bentuk apa pun.
Menjaga dan menghormati kebebasan berpendapat serta beragama sebagai hak dasar setiap manusia.
Menumbuhkan solidaritas sosial dengan membantu sesama dan saling bekerja sama untuk kesejahteraan bersama.
Hak asasi manusia adalah jembatan yang menyatukan manusia di tengah keberagaman suku, gender, keyakinan, dan latar belakang.
Hari HAM Sedunia hadir sebagai pengingat bahwa setiap manusia memiliki nilai dan martabat yang sama.
Momentum ini mendorong kita semua untuk terus membangun lingkungan yang aman, inklusif, dan harmonis bagi seluruh umat manusia. (*)
Laporan: Budi Sudewo
Editor: Furkon Ari









