LampungCorner.com, BANDAR LAMPUNG – Setiap 23 Januari, bangsa Indonesia memperingati Hari Patriotik, sebuah momentum bersejarah yang mengingatkan akan tekad, keberanian, dan semangat juang rakyat dalam merebut kemerdekaan dari belenggu penjajahan. Peringatan ini tidak sekadar menjadi catatan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi nilai-nilai kebangsaan yang relevan hingga kini.
Hari Patriotik berakar dari peristiwa heroik pada 23 Januari 1942 di Gorontalo. Saat itu, rakyat Gorontalo di bawah kepemimpinan H. Nani Wartabone secara tegas menyatakan kemerdekaan dari kekuasaan penjajah. Tindakan berani tersebut menjadi simbol perlawanan dan harga diri bangsa di tengah tekanan kolonialisme.
Dalam rentang waktu berikutnya, tepatnya pada 1944, Gorontalo sempat mengelola wilayahnya secara mandiri selama hampir dua tahun. Periode tersebut meninggalkan jejak sejarah yang kuat, sekaligus menjadi pemantik semangat perjuangan kemerdekaan di daerah sekitar hingga menggaung ke tingkat nasional.
Keberhasilan perjuangan rakyat Gorontalo ini kemudian menjadi salah satu fondasi penting terbentuknya Provinsi Gorontalo pada awal 2000-an. Semangat persatuan, kedaulatan wilayah, dan keberanian membela tanah air terus diwariskan dan dijunjung tinggi oleh generasi penerus.
Lebih dari sekadar mengenang masa lalu, patriotisme sejatinya adalah bagaimana nilai-nilai perjuangan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian terhadap lingkungan, tanggung jawab sebagai warga negara, serta semangat gotong royong demi kepentingan bersama menjadi bentuk nyata patriotisme di era modern.
Sebagai perbandingan, sejumlah negara lain juga memiliki hari peringatan serupa. Di Amerika Serikat, misalnya, Patriot Day diperingati untuk mengenang tragedi 11 September 2001, yang sekaligus menjadi momentum memperkuat nilai perdamaian, solidaritas, dan persatuan nasional.
Generasi muda memegang peran strategis dalam menjaga dan merawat semangat patriotik tersebut. Sejarah harus dijadikan pijakan untuk berinovasi dan melangkah maju, tanpa melupakan perjuangan para pendahulu.
Patriotisme masa kini bukan hanya soal mengenang, melainkan tentang mencintai bangsa melalui tindakan nyata yang membangun, mempersatukan, dan memberi makna bagi masa depan Indonesia. (*)
Laporan: Budi Sudewo
Editor: Furkon Ari









