Kapan Hari Juang Kartika dan Apa Maknanya? Berikut Penjelasannya!

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Tentara Nasional Indonesia. Foto tangkapan layar situs freepik.com

Ilustrasi Tentara Nasional Indonesia. Foto tangkapan layar situs freepik.com

LampungCorner.com, BANDAR LAMPUNG – Setiap tanggal 15 Desember, bangsa Indonesia memperingati Hari Juang Kartika, sebuah momentum bersejarah bagi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Peringatan ini berakar dari peristiwa heroik Palagan Ambarawa pada Desember 1945, ketika Tentara Keamanan Rakyat (TKR) bersama rakyat bahu-membahu menghadapi pasukan Sekutu di Ambarawa, Jawa Tengah.

Dikutip dari situs gunungkidulkab.go.id, dalam pertempuran tersebut pasukan TKR di bawah komando Kolonel Soedirman menerapkan strategi pengepungan yang efektif terhadap posisi Sekutu.

Meski berhadapan dengan keterbatasan persenjataan serta kekuatan lawan yang lebih modern, para pejuang tetap menunjukkan keberanian dan keyakinan yang tak tergoyahkan.

Pertempuran sengit itu dimulai pada 12 Desember 1945 pukul 04.30 WIB dan berakhir pada 15 Desember 1945 pukul 17.30 WIB dengan kemenangan di pihak TKR. Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

Baca Juga :  Diskominfotiksan Edukasi Warga Way Khilau Soal Bahaya Judi Online dan Hoaks

Sebagai penghormatan atas peristiwa bersejarah itu, Monumen Palagan Ambarawa kemudian didirikan sebagai simbol jasa dan pengorbanan para pejuang.

Salah satu semboyan perjuangan yang lahir dari peristiwa ini, “Rawe-rawe rantas malang-malang putung, patah tumbuh hilang berganti”, mencerminkan tekad pantang menyerah serta semangat juang yang tak pernah padam dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Pada awalnya, peringatan ini dikenal sebagai Hari Infanteri. Namun, melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 163 Tahun 1999, nama tersebut resmi diubah menjadi Hari Juang Kartika.

Perubahan ini menjadi bentuk penghargaan negara terhadap pengorbanan dan perjuangan para prajurit serta rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan.

Baca Juga :  Diskominfotiksan Edukasi Warga Way Khilau Soal Bahaya Judi Online dan Hoaks

Di tengah dinamika zaman, makna Hari Juang Kartika tetap relevan. Ancaman terhadap bangsa kini tidak hanya bersifat militer, tetapi juga hadir dalam bentuk konflik sosial, melemahnya rasa nasionalisme, hingga dampak negatif globalisasi.

Nilai-nilai perjuangan dari Palagan Ambarawa menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hari Juang Kartika bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan pengingat akan semangat juang, pengorbanan, dan cinta tanah air para pahlawan.

Nilai-nilai tersebut terus hidup dan menjadi pedoman dalam memperkokoh persatuan bangsa di tengah tantangan zaman. (*)

Laporan: Budi Sudewo
Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

Hari Patriotik, Jejak Sejarah yang Menuntun Semangat Kebangsaan Hari Ini
Profil Arnando Ferdiansyah, Kader Muda Golkar yang Menguat di Bursa Ketua DPD II Lampung Utara
Lagak Laskar Sumatra Timur
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:21 WIB

Hari Patriotik, Jejak Sejarah yang Menuntun Semangat Kebangsaan Hari Ini

Jumat, 23 Januari 2026 - 10:32 WIB

Profil Arnando Ferdiansyah, Kader Muda Golkar yang Menguat di Bursa Ketua DPD II Lampung Utara

Senin, 15 Desember 2025 - 12:50 WIB

Kapan Hari Juang Kartika dan Apa Maknanya? Berikut Penjelasannya!

Rabu, 2 Juni 2021 - 15:15 WIB

Lagak Laskar Sumatra Timur

Berita Terbaru