Proyek Rp1,6 Miliar PAUD Lampura Disorot, Kabid Enggan Buka Data Penerima

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara. Foto dok

Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara. Foto dok

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Dugaan minimnya transparansi mencuat dari Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara (Lampura) terkait penyaluran proyek bernilai lebih dari Rp1,6 miliar yang bersumber dari APBN 2025 melalui skema Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Sorotan ini muncul setelah Kepala Bidang (Kabid) PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Disdik Lampura, Yeni Sulistina, enggan mengungkap daftar lembaga PAUD penerima bantuan tersebut. Padahal, proyek itu mencakup pengadaan Alat Permainan Edukatif (APE), buku, hingga laptop.

“Maaf mas, saya tidak bisa memberikan data tanpa persetujuan pak kadis. Sebaiknya komunikasikan langsung dengan kadis,” ujar Yeni melalui pesan singkat.

Baca Juga :  Saat Warga Terlelap, Bupati Egi Hadir di Tengah Pemudik: Mengawal Perjalanan Pulang

Yeni hanya menyebutkan bahwa dana lebih dari Rp1,6 miliar tersebut disalurkan kepada 32 PAUD di Lampura dalam bentuk barang. Namun, saat diminta rincian, ia mengaku tidak mengingat detail item pengadaan.

“Penyalurannya dalam bentuk barang, itemnya banyak, saya tidak hafal,” jawabnya singkat.

Ia menambahkan, puluhan PAUD penerima bantuan tersebut merupakan hasil verifikasi pemerintah pusat pada tahun 2024. Setiap lembaga disebut menerima alokasi sekitar Rp51 juta dalam bentuk barang, dengan syarat minimal terakreditasi B.

“Data dari pusat sudah ada nama sekolahnya, kami hanya membelanjakan. Penyerahan dilakukan di aula dinas pendidikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kwarda Lampung Gelar Pelatihan Literasi, Fokus Kecakapan Gigital dan Pembentukan Karakter Generasi Muda

Sikap tertutup tersebut justru memunculkan tanda tanya. Mengapa daftar penerima tidak bisa dibuka ke publik? Transparansi dalam penggunaan dana negara menjadi sorotan, terlebih dengan nilai anggaran yang tidak kecil.

Berdasarkan data yang dihimpun, proyek melalui sistem e-katalog itu meliputi pengadaan buku perpustakaan PAUD senilai Rp169.220.000, pengadaan laptop Rp487.107.000 melalui CV Tujuh Enam, serta pengadaan APE dan laptop senilai Rp786.879.000 melalui CV Aghas Prima Pratama.

Ketertutupan informasi ini membuka ruang spekulasi, termasuk potensi ketidaksesuaian dalam pelaksanaan anggaran. Publik kini menanti kejelasan dan transparansi dari pihak terkait. (*)

Berita Terkait

Perkuat Literasi Guru, Dosen UMKO Latih 30 Pendidik di Lampung Utara
Dinas Pendidikan Lampung Lakukan Rotasi Pimpinan Sekolah, Ini Daftar 51 Kepsek Terbaru
Disdik Lampung Rombak SPMB 2026, SMA Unggul Utamakan Nilai Akademik
SPMB 2026 Lampung Utara Dirombak, Nilai TKA Kini Jadi Penentu Tambahan
Resmi! Gubernur Mirza Kukuhkan Dewan Pendidikan Provinsi Lampung Masa Bakti 2025-2030
Enam Dosen FPP UMKO Sabet Pendanaan Nasional, Berikut Nama-namanya!
Kwarda Lampung Gelar Pelatihan Literasi, Fokus Kecakapan Gigital dan Pembentukan Karakter Generasi Muda
Tingkatkan Kualitas Lulusan, UMKO Gelar Pelatihan CPL Berbasis OBE
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 14:22 WIB

Proyek Rp1,6 Miliar PAUD Lampura Disorot, Kabid Enggan Buka Data Penerima

Jumat, 17 April 2026 - 13:47 WIB

Perkuat Literasi Guru, Dosen UMKO Latih 30 Pendidik di Lampung Utara

Selasa, 14 April 2026 - 22:34 WIB

Dinas Pendidikan Lampung Lakukan Rotasi Pimpinan Sekolah, Ini Daftar 51 Kepsek Terbaru

Selasa, 14 April 2026 - 19:44 WIB

Disdik Lampung Rombak SPMB 2026, SMA Unggul Utamakan Nilai Akademik

Selasa, 14 April 2026 - 13:39 WIB

SPMB 2026 Lampung Utara Dirombak, Nilai TKA Kini Jadi Penentu Tambahan

Berita Terbaru