Horor di Bucha Ukraina

- Jurnalis

Senin, 4 April 2022 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendaraan militer yang hancur di jalan akibat serangan, di kota Bucha di wilayah Kiev, Ukraina Rabu (1/3/2022). Foto: Serhii Nuzhnenko/REUTERS

Kendaraan militer yang hancur di jalan akibat serangan, di kota Bucha di wilayah Kiev, Ukraina Rabu (1/3/2022). Foto: Serhii Nuzhnenko/REUTERS

LAMPUNGCORNER.COM, Horor, itu kata yang paling tepat menggambarkan kondisi di Bucha, Ukraina, di tengah invasi Rusia. Ratusan warga tewas, bahkan jenazahnya bergelimpangan di jalan.

Dikutip dari Reuters, Minggu (3/4), Wali Kota Bucha di Ukraina mengatakan 300 warganya telah tewas selama invasi Rusia. Jenazah- jenazah korban terlihat di sebuah kuburan massal dan masih tergeletak di jalan-jalan.

Di kota dekat Irpen itu, yang berjarak hanya 37 km dari ibu kota Kiev, wartawan Reuters melihat mayat-mayat tergeletak di jalan-jalan. Bahkan yang lebih memilukan, tangan dan kaki mereka menyembul dari liang kuburan massal yang masih terbuka di halaman sebuah gereja.

Baca Juga :  Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin

Banyak warga setempat meratapi kematian kerabat mereka dan mengutuk tentara Rusia yang sudah meninggalkan kota.

“Bajingan!” kata Vasily berteriak. Lelaki 66 tahun itu tampak marah saat melihat belasan mayat bergelimpangan di jalan depan rumahnya.

Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss, mengaku terkejut dengan kekejaman di Bucha. Dia menyuarakan dukungan bagi penyelidikan tentang dugaan kejahatan perang di Mahkamah Pidana Internasional.

Baca Juga :  Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

Di sisi lain Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan lewat video:

“Banyak ranjau di wilayah ini. Rumah dipasangi ranjau, peralatan dipasangi ranjau, bahkan mayat pun (dipasangi ranjau).” Namun, Zelensky tak menyebutkan buktinya.

Dinas kedaruratan Ukraina mengatakan lebih dari 1.500 peledak ditemukan dalam sehari selama pencarian di desa Dmytrivka, sebelah barat ibu kota.

Kementerian Rusia tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar atas tuduhan ranjau itu. Sementara itu, Reuters tak bisa memastikannya secara independen.

 

Red

Berita Terkait

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama
Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin
Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama
Menang Adu Pinalti, Argentina Juarai Piala Dunia 2022
Momen Haru Ridwan Kamil Dipeluk Warga Bern yang Selamatkan Adik Eril dari Arus Sungai Aare
Pencarian Anak Ridwan Kamil di Sungai Aare Terkendala Air Keruh, Ini Penjelasan Polisi Swiss
Berita ini 120 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:35 WIB

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

Jumat, 4 September 2026 - 13:48 WIB

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Rabu, 2 September 2026 - 18:29 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama

Rabu, 2 September 2026 - 08:53 WIB

Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin

Minggu, 30 November 2025 - 18:42 WIB

Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama

Berita Terbaru