Isra Mi’raj, Bukti Kebesaran Allah dan Pondasi Salat Umat Islam

- Jurnalis

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi beribadah. Sumber: freepik.com

Ilustrasi beribadah. Sumber: freepik.com

LampungCorner.com, BANDAR LAMPUNG – Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam. Perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW ini tidak hanya menjadi bukti kebesaran Allah SWT, tetapi juga mengandung pesan spiritual dan moral yang tetap relevan bagi umat Islam hingga hari ini.

Isra Mi’raj terjadi pada suatu malam atas kehendak dan kekuasaan Allah SWT. Dalam peristiwa tersebut, Nabi Muhammad SAW menjalani dua perjalanan istimewa yang melampaui batas nalar manusia.

Perjalanan pertama dikenal sebagai Isra, yakni saat Rasulullah SAW diperjalankan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem. Perjalanan ini berlangsung dalam satu malam dengan pendampingan Malaikat Jibril, sebagai bukti kekuasaan Allah yang tak terbatas.

Selanjutnya adalah Mi’raj, perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menembus lapisan langit hingga mencapai Sidratul Muntaha. Peristiwa ini menegaskan kedudukan Rasulullah SAW sebagai utusan Allah yang dimuliakan.

Baca Juga :  Karang Taruna Lampung Siap Jadi Garda Mitigasi Bencana hingga Desa

Dari peristiwa agung tersebut, terdapat sejumlah hikmah penting yang dapat dipetik oleh umat Islam:
Pertama, penetapan kewajiban salat lima waktu.

Isra Mi’raj menjadi momentum diturunkannya perintah salat sebagai tiang agama. Awalnya, salat diwajibkan sebanyak 50 kali sehari, namun atas permohonan Nabi Muhammad SAW, kewajiban tersebut diringankan menjadi lima waktu. Meski demikian, pahalanya tetap setara, sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT kepada umat-Nya.

Kedua, bukti nyata kebesaran Allah SWT.

Isra Mi’raj mengajarkan bahwa kekuasaan Allah melampaui keterbatasan logika manusia. Peristiwa ini menjadi ujian keimanan sekaligus penguat keyakinan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Ketiga, pelajaran tentang keteguhan dan kesabaran.

Perjalanan ini terjadi di tengah masa sulit yang dihadapi Rasulullah SAW, saat beliau mengalami tekanan dan penolakan dari kaum Quraisy.

Isra Mi’raj hadir sebagai penguat batin dan penyemangat untuk terus melanjutkan dakwah dengan penuh kesabaran.

Baca Juga :  Kunker ke PLN Lampung, DPR Soroti Ketergantungan Listrik dari Sumsel

Keempat, pesan persatuan dan teladan para nabi.

Di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW memimpin salat berjamaah para nabi terdahulu. Peristiwa ini menegaskan bahwa seluruh nabi membawa misi yang sama, yakni mengesakan Allah SWT, sekaligus menjadi simbol persatuan umat dalam nilai ketauhidan.

Kelima, pengingat tentang hakikat kehidupan.

Isra Mi’raj mengajarkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sedangkan akhirat adalah tujuan utama. Pesan ini menjadi dorongan bagi umat Islam untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan memperbanyak amal kebaikan sebagai bekal kehidupan akhirat.

Melalui peringatan Isra Mi’raj, umat Islam diajak untuk memperkuat iman, menjadikan salat sebagai fondasi kehidupan, serta meneladani akhlak dan keteguhan Nabi Muhammad SAW. Nilai-nilai spiritual dari peristiwa ini diharapkan dapat diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Laporan: Budi Sudewo
Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

Karang Taruna Lampung Siap Jadi Garda Mitigasi Bencana hingga Desa
Dukung HPN dan Porwanas 2027, Rycko Menoza Optimistis Ekonomi Lampung Bergeliat
PWI Lampung Bidik Tri Sukses Porwanas dan HPN 2027, Dongkrak Prestasi hingga Ekonomi Daerah
Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027
Seleksi Rampung, Ini Daftar Wakil Lampung di Cabor Karaoke Porwanas 2027
Optimisme Tinggi! Yuhadi Sebut Atlet Karaoke PWI Lampung Siap Sapu Bersih 6 Emas di Porwanas 2027
Target Enam Emas, PWI Lampung Mulai Seleksi Atlet Karaoke Porwanas 2027
HUT ke-27 PP Polri, Gubernur Tekankan Peran Purnawirawan Jaga Kondusivitas
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Karang Taruna Lampung Siap Jadi Garda Mitigasi Bencana hingga Desa

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Dukung HPN dan Porwanas 2027, Rycko Menoza Optimistis Ekonomi Lampung Bergeliat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:51 WIB

PWI Lampung Bidik Tri Sukses Porwanas dan HPN 2027, Dongkrak Prestasi hingga Ekonomi Daerah

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Seleksi Rampung, Ini Daftar Wakil Lampung di Cabor Karaoke Porwanas 2027

Berita Terbaru

Suasana lokasi kejadian baku tembak di Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, Selasa (25/8/2026) dini hari.

BREAKING NEWS

Drama Penangkapan DPO di Lampura Berujung Maut, Tiga Polisi Terluka

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:57 WIB

BREAKING NEWS

Pemkab Tubaba Siapkan Jaminan Kesehatan bagi 2.226 PPPK Paruh Waktu

Selasa, 25 Agu 2026 - 09:34 WIB

LAMPUNG SELATAN

Poltekimipas 2026 Buka Formasi Khusus Putra-Putri Papua

Senin, 24 Agu 2026 - 18:31 WIB