Israel Gelar Pertemuan dengan Negara-negara Arab Plus Amerika Serikat

- Jurnalis

Senin, 28 Maret 2022 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken (12/2/2022). Foto: Kevin Lamarque/REUTERS

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken (12/2/2022). Foto: Kevin Lamarque/REUTERS

LAMPUNGCORNER.COM, Israel dan sejumlah negara Arab menggelar pertemuan pada Minggu (27/3/2022). Nuklir Iran menjadi salah satu isu yang dibahas.

Pertemuan itu dihadiri oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken. Sementara tiga negara mayoritas Muslim yang hadir pada pertemuan yang jarang terjadi itu adalah Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko.

Pertemuan tersebut digelar setelah negara-negara Arab itu mulai menormalkan hubungan dengan Israel pada 2020. Normalisasi hubungan itu disebut bahkan terjadi ketika progres perdamaian dengan Palestina terhenti.

Mesir, yang negaranya pada Sabtu (26/3) menandai 43 tahun perdamaian dengan Israel, juga akan bergabung dalam KTT itu yang bakal digelar pada Sabtu sampai Senin di wilayah, Sde Boker.

Baca Juga :  Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

Sebelum KTT Israel dan tiga negara, Blinken menggelar pertemuan bilateral bersama Menlu Israel Yair Lapid di Yerusalem. Ia memastikan masalah perjanjian nuklir Iran tetap menjadi agenda utama KTT tersebut.

“Memulihkan kesepakatan nuklir tahun 2015 adalah cara terbaik untuk kembali menempatkan program nuklir ke dalam tempat semestinya,” ujar Blinken seperti dikutip dari Reuters.

“Tapi apakah itu akan terwujud atau tidak komitmen utama kami bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir tak akan goyah. AS akan terus berdiri di hadapan Iran jika itu mengancam kami atau sekutu dan mitra kami,” sambung dia.

Baca Juga :  Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama

Pada 2015 AS dan negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah Uni Eropa dan Jerman mengizinkan Iran mengembangkan nuklir untuk tujuan damai.

Namun, pada 2018 Presiden AS kala itu Donald Trump keluar dari perjanjian. Ia malah menjatuhkan sanksi ekstra ke Iran yang merupakan musuh bebuyutan Israel.

Sampai sekarang Israel dan beberapa negara Arab masih menganggap Iran sebagai ancaman di Timur Tengah. Ancaman keamanan dari Iran pun menjadi salah satu alasan sejumlah negara Timur Tengah memilih berdamai dengan Israel.

 

Red

Berita Terkait

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama
Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin
Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama
Menang Adu Pinalti, Argentina Juarai Piala Dunia 2022
Momen Haru Ridwan Kamil Dipeluk Warga Bern yang Selamatkan Adik Eril dari Arus Sungai Aare
Pencarian Anak Ridwan Kamil di Sungai Aare Terkendala Air Keruh, Ini Penjelasan Polisi Swiss
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:35 WIB

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

Jumat, 4 September 2026 - 13:48 WIB

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Rabu, 2 September 2026 - 18:29 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama

Rabu, 2 September 2026 - 08:53 WIB

Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin

Minggu, 30 November 2025 - 18:42 WIB

Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama

Berita Terbaru