Jokowi Dinilai Layak Raih Nobel Perdamaian Usai Bawa Pesan Damai ke Rusia dan Ukraina

- Jurnalis

Senin, 4 Juli 2022 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNGCORNER.COM, Jakarta — Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Ukraina dan Rusia masih mendapat sorotan di dalam negeri dan internasional.

Tidak sedikit yang mengapresiasi langkah Jokowi dalam mendamaikan kedua negara tersebut.

Analis politik Boni Hargens mengatakan misi Presiden Jokowi mendamaikan Rusia dan Ukraina patut mendapat apresiasi dunia internasional.

Karena upaya itulah, Boni menilai Jokowi sangat pantas diganjar penghargaan Nobel Perdamaian.

“Untuk itu, Nobel Perdamaian sangat layak untuk Pak Jokowi,” kata Boni dalam keterangannya, Senin (4/7/2022).

Ia mengatakan keputusan Jokowi dengan mengunjungi Rusia dan Ukraina merupakan sebuah terobosan besar.

Baca Juga :  Prabowo Ungkap Rencana Tutup 700 BUMN, Target Hemat Rp100 Triliun

Langkah itu, menurut Boni, tentunya begitu menarik perhatian masyarakat dunia.

Sebab, lanjut dia, lawatan Jokowi ke kedua negara dilakukan di tengah situasi konflik peperangan.

Bahkan diketahui sampai saat ini sudah banyak menelan korban baik dari militer maupun sipil.

“Apa yang telah dilakukan Presiden Jokowi merupakan terobosan besar untuk perdamaian dunia,” ungkap Boni.

Selain dari itu, masih kata Boni, langkah yang telah diambil Jokowi dalam menyikapi konflik antara Rusia dan Ukraina merupakan keputusan berani.

Lantaran turut mempertaruhkan harga diri bangsa. Terlebih lagi, dia menambahkan, menjadi sikap yang belum tentu bisa diikuti oleh negara￾negara lainnya.

Baca Juga :  HPN 2027 di Lampung: Sejarah Dijaga, Kolaborasi Dibuka

Termasuk pula bagi negara besar yang berstatus sebagai negara maju di dunia.

“Banyak kepala negara menyerukan itu, tetapi hanya Presiden Indonesia yang berani melakukannya,” terang Boni.

Oleh karena itu, dia menilai tindakan yang dilakukan Jokowi dapat menjadi sebuah catatan sejarah baru. Khususnya dalam upaya untuk menciptakan perdamaian di dunia.

“Ini jelas tindakan diplomatik mondial yang patut dicatat dalam sejarah dunia,” pungkas Boni. (*)

 

Sumber : Rilis.id

Berita Terkait

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Dihentikan, Basarnas Tetap Lakukan Pemantauan
Sekolah Negeri Boleh Tolak MBG, Syaratnya Harus Satu Suara
Kejar E20 dalam Dua Tahun, Pemerintah Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu
Serius Berantas Korupsi, Prabowo: Dadan Tim Sukses Saya, Saya Serahkan ke Kejaksaan
Prabowo Akan Kumpulkan Kepala Daerah untuk Launching Gerakan Indonesia Asri
Prabowo Resmikan LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai
Usai Dicopot Prabowo, Purbaya: Mau Pulang dan Mancing di Belakang Rumah
Purbaya Blak-blakan soal Pencopotan dari Kursi Menkeu
Berita ini 161 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:59 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Dihentikan, Basarnas Tetap Lakukan Pemantauan

Kamis, 17 September 2026 - 22:23 WIB

Sekolah Negeri Boleh Tolak MBG, Syaratnya Harus Satu Suara

Kamis, 17 September 2026 - 13:21 WIB

Kejar E20 dalam Dua Tahun, Pemerintah Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu

Kamis, 17 September 2026 - 09:00 WIB

Serius Berantas Korupsi, Prabowo: Dadan Tim Sukses Saya, Saya Serahkan ke Kejaksaan

Rabu, 16 September 2026 - 22:50 WIB

Prabowo Akan Kumpulkan Kepala Daerah untuk Launching Gerakan Indonesia Asri

Berita Terbaru