Lampungcorner.com, Tulang Bawang – Kajati Lampung, Nanang Sigit Yulianto, meresmikan Kampung Kerukunan di Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulangbawang. Selasa (22/8).
Kegiatan yang bertujuan untuk membentengi rakyat Indonesia khususnya Kabupaten Tulangbawang, agar tidak terjadi keretakan dan perpecahan dalam toleransi antar umat beragama.
Diawali dengan penampilan tari sembah dari SMA Negeri 1 Banjar Margo sebagai penyambutan tamu kehormatan, acara dilanjutkan dengan menyaksikan lagu Asa Sang Anak Bangsa karya Kim Comanders yang berisi tentang pesan moral agar generasi Penerus bangsa terus bersatu dan menjaga kerukunan, kekompakan serta toleransi antar umat beragama di negara kesatuan Republik Indonesia yang tercinta ini.
Penjabat Bupati Tulangbawang, Qudrotul Ikhwan, menyampaikan bahwa kemajuan tekhnologi saat ini tentu sangat membantu kita dalam pengembangan inovasi dan beragam hal lainnya. Namun ada keprihatinan tersendiri pada bangsa kita sebab dengan majunya tekhnologi terutama media social terlebih di era saat ini yang akan memasuki fase pesta demokrasi, kerap memunculkan anasir-anasir yang memicu retaknya toleransi antar umat beragama.
“Kita patut bersyukur dengan majunya tekhnologi saat ini yang tentunya berpengaruh pada percepatan pengembangan inovasi bangsa Indonesia. Namun demikian kemajuan dunia Informasi terutama media sosial kerap menimbulkan anasir-anasir lain yang memicu retaknya toleransi antar umat beragama terlebih situasi kini dimana kita semua akan memasuki tahun pesta demokrasi,”kata Qudrotul Ikhwan.
Kabupaten Tulangbawang sangat bangga dengan hadirnya Kajati Lampung Nanang Sigit Yulianto, dan dalam kesempatan ini ia memperkenalkan Brand kabupaten Tulangbawang yakni Kabupaten “Udang manis yang berarti ” Unggul Damai Aman Nyaman Guyup Mandiri Agamis Natural Inovatif dan Sejahtera”.
“Tentu menjadi harapan kami kabupaten Tulangbawang menjadi kabupaten yang menjunjung tinggi toleransi, sukses serta menjadi kabupaten Udang manis seperti apa yang kami cita–citakan,”tegasnya.
Sementara itu, Kajati Lampung Nanang Sigit Yulianto mengatakan, bahwa bangsa Indonesia memiliki warisan yang berharga dari leluhur yakni semangat gotong-royong dan toleransi.
Oleh karena itu, generasi penerus bangsa harus mampu menjaga dengan baik dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur tersebut dengan terus rukun damai dan bersama membangun Negara.
“Toleransi bukan menyatukan agama namun menghargai satu sama lain sehingga tercipta kedamaian, kenyamanan dan kemerdekaan beribadah yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara di tanah air kita yang tercinta ini,”ungkapnya.(*).
















