LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) Lampung tahun 2022 masih belum jelas. Namun, peningkatan biaya bisa terjadi karena beberapa hal.
Mulai penerbangan, tempat penginapan, karantina, hingga tenaga medis yang berbeda dengan kondisi normal karena pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Lampung, Juanda Naim, diwakili Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), M Ansori F Citra, mengatakan meski biaya haji kemungkinan naik namun masalah ini masih butuh pembahasan khusus.
Banyak pihak yang terlibat mulai Kemenag, Kementerian Kesehatan, maupun Kementerian Perhubungan.
“Misalnya hotel. Kalau tadinya diisi lima orang per kamar, kini hanya dua orang,” ungkap dia, Senin (27/9/2021).
Soal CJH Lampung, Ansori memaparkan ada sekitar 6.639 orang yang siap berangkat ke tanah suci.
“Ini sebenarnya CJH dari tahun 2020 dan 2021 yang batal berangkat karena pandemi. Jadi, mereka diprioritaskan,” ujar dia.
Jika CJH meninggal maka ahli warisnya lah yang menggantikan.
Terkait isu dana haji terpakai, Anshori menegaskan Kemenag tidak lagi mengelola dana tersebut. Tetapi, kini dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
“Sudah dijelaskan oleh deputi bahwa dana aman dan dikelola BPKH sejak tahun 2017,” tandasnya. (*)
Red















