Komisi X DPR RI dan Pemkab Pesawaran Siapkan Tiga Sekolah Penggerak

- Jurnalis

Rabu, 17 November 2021 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi X DPR RI, M. Kadafi dan Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona saat jumpa pers, Foto: Dwi DS

Anggota Komisi X DPR RI, M. Kadafi dan Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona saat jumpa pers, Foto: Dwi DS

LAMPUNGHCORNER.COM, Bandarlampung — Komisi X DPR RI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran mempersiapkan tiga sekolah penggerak di kabupaten tersebut.

Pesawaran saat ini memiliki 20 penggerak. Sementara, belum ada sekolah penggerak.

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Kadafi berjanji mendorong kelengkapan persyaratan maupun pemberkaasan sekolah penggerak.

Ia menyatakan saat ini guru penggerak sudah banyak di Pesawaran. Sebab itu, ia berharap dengan program sekolah penggerak nantinya kualitas pendidikan di Pesawaran makin baik.

Baca Juga :  Sidak Pajak di Mall Kartini, Bapenda Bandar Lampung Soroti Pelaporan Omzet Riil

Sementara, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan workshop Pendidikan di Hotel Radisson, Selasa (16/11/2021), ini luar biasa.

Karena, mengundang guru-guru di Pesawaran untuk meningkatkan standarisasi dan kemampuan mengajar pascapandemi Covid-19.

“Kita memandang perlu sentuhan program Kementerian dan DPR RI untuk meng-upgrading standarisasi pendidikan di masa pandemi, di mana dinamika pendidikan terus berkembang,” papar dia.

Ia berharap, workshop pendidikan ini nantinya membahas dan menghasilkan solusi dalam upaya meningkatkan pendidikan di Pesawaran.

Baca Juga :  Pemkot Bandar Lampung Lindungi 35.193 Pekerja, Wartawan Masuk Sasaran Berikutnya

“Insyallah akan dibedah bersama dan mengeluarkan solusi terbaik dalam upaya standarisiasi pembelajaran,” ucap dia.

Ia menjelaskan, saat ini Pesawaran sudah zona hijau dan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Jam sekolah dan aktivitas murid masih dibatasi. Selain itu terus mengejar ketertinggalan pembelajaran yang tidak bisa dilakukan dalam jaringan (daring) dengan luar jaringan (luring). (*)

Red

Berita Terkait

Tak Cukup Berbekal Ijazah, UBL Kenalkan Professional Passport untuk Cetak Lulusan Siap Kerja
Wisuda ke-76 Jadi Momen Bersejarah, UBL Lahirkan Tujuh Doktor Manajemen Pertama
Afiqa Terbaik di Lomba Bertutur Lampura, Siap Harumkan Nama Daerah di Level Provinsi
Kantongi 444 Dukungan, Wirahadikusumah Tunggu Verifikasi
Warga Bandar Lampung Wajib Tahu, Ini Tanda Pohon Rawan Tumbang dan Cara Melaporkannya
Musda V LPM Lampung: Yuhadi Menguat, Ali Sopian dan Sabnu Alie Siap Bersaing
Wira Kembali Bidik Kursi Ketua PWI Lampung, Adi Kurniawan Incar Ketua DK
Pohon Tumbang Mengintai Bandar Lampung, 156 Kejadian Tercatat Sepanjang 2026
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Tak Cukup Berbekal Ijazah, UBL Kenalkan Professional Passport untuk Cetak Lulusan Siap Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Afiqa Terbaik di Lomba Bertutur Lampura, Siap Harumkan Nama Daerah di Level Provinsi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Kantongi 444 Dukungan, Wirahadikusumah Tunggu Verifikasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Warga Bandar Lampung Wajib Tahu, Ini Tanda Pohon Rawan Tumbang dan Cara Melaporkannya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Musda V LPM Lampung: Yuhadi Menguat, Ali Sopian dan Sabnu Alie Siap Bersaing

Berita Terbaru

LC TV Story

Prabowo Targetkan 700 BUMN Merugi Ditutup hingga Desember 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:28 WIB