Lambar Intensif dalam Penanganan dan Pencegahan Wabah Covid-19

- Jurnalis

Selasa, 7 Desember 2021 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Parosil menerima vaksinasi Covid-19, Selasa (7/12/2021). Foto: Diskominfo Lambar

Bupati Parosil menerima vaksinasi Covid-19, Selasa (7/12/2021). Foto: Diskominfo Lambar

LAMPUNGCORNER.COM, Lampung Barat — Sejak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dari Wuhan, China mengguncang dunia pada akhir 2019, seluruh lini kehidupan di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia lumpuh.

Covid-19 telah menyebabkan terganggunya sistem kehidupan mulai dari bidang medis, kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, politik, dan lain sebagainya.

Berbagai cara dan upaya dilakukan Pemerintah Pusat dalam penanganan dan pencegahan Covid-19. Mulai menginstruksikan seluruh provinsi hingga kabupaten/kota di Indonesia untuk melakukan upaya pencegahan dengan mencanangkan gerakan 5M (Mencuci tangan, Menjaga Jarak, Memakai Masker, Menjauhi Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas), hingga penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Diketahui, wabah Covid-19 mulai merambah di Lampung Barat (Lambar), tepatnya pada Maret 2020. Dalam penanganannya sendiri, Pemkab Lambar di bawah kepemimpinan Bupati Parosil Mabsus dan wakilnya Mad Hasnurin (PM) memberlakukan apa yang telah diinstruksikan Pemerintah Pusat, yakni dengan memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk menerapkan gerakan 5M dan PPKM.

Selain penerapan 5M dan pemberlakuan PPKM, Pemkab Lambar pada bulan yang sama melakukan langkah sigap, cepat, dan tanggap yang dinamakan “Serangan 26 Maret” dalam percepatan penanganan dan pencegahan Covid-19.

Maksud dari serangan 26 Maret ini yaitu dilakukannya penyemprotan disinfektan di seluruh tempat umum, seperti halnya tempat ibadah, jalan raya, ataupun tempat-tempat yang terindikasi adanya Covid-19.

Serangan 26 Maret dengan penyemprotan disinfektan ini diikuti seluruh aparatur pemerintah, baik pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga desa (pekon) dibantu personel TNI-Polri dan organisasi terkait.

Tak hanya itu, upaya penanganan dan pencegahan Covid-19 terus dilakukan Pemkab Lambar dengan membuat posko penyekatan di empat titik perbatasan. Yaitu posko perbatasan Lambar dengan Kabupaten Lampung Utara tepatnya di Pinusan Kecamatan Sumber Jaya dan posko penyekatan perbatasan Lambar dengan Tanggamus di Kecamatan Suoh.

Selanjutnya, posko penyekatan di Pekon Kubu Perahu perbatasan Lambar dengan Kabupaten Pesisir Barat dan terakhir posko penyekatan di Kecamatan Sukau perbatasan antara Lambar dengan Kabupaten OKU Selatan, Provinsi Sumatera Selatan.

Selain itu, Pemkab Lambar juga membuat posko penanganan dan pencegahan Covid-19 di tingkat kecamatan hingga pekon. Fungsi dari posko penyekatan itu ialah tempat pemeriksaan ke luar masuknya masyarakat di jalur lintas perbatasan baik kabupaten, kecamatan, maupun pekon.

Pemeriksaan dalam hal ini adalah pengecekan riwayat perjalanan masyarakat dari luar maupun dalam daerah yang terindikasi adanya penyebaran Covid-19 dengan menggunakan alat thermogun dan pengecekan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 lainnya. Pelaksanaannya dibantu TNI-Polri serta Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 yang memang sebelumnya telah dibentuk oleh Pemkab Lambar yang diketuai langsung oleh Bupati Parosil Mabsus.

Baca Juga :  Apresiasi Lampung Tuan Rumah HPN-Porwanas 2027, Parosil Siapkan Kopi Robusta Lambar ke Panggung Nasional

Setelah wabah pandemi Covid-19 ini menjadi teror masyarakat, Pemkab Lambar menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berimplikasi terhadap pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial lainnya.

Upaya Pemkab Lambar dalam percepatan penanganan Covid-19 tidak berhenti di situ saja. Pasalnya untuk mengatasi wabah Covid-19, Bupati Parosil dan wakilnya Mad Hasnurin menggalakkan Gerakan Masyarakat Pakai Masker (Gemar PM).

Gemar PM dalam artian Menjaga jarak, Mencuci tangan pakai sabun, dan Menggunakan masker atau lebih tepatnya gerakan 3M. Gerakan 3M ini dilakukan secara masif di seluruh penjuru kabupaten bumi beguai jejama sai betik ini.

Pemkab Lambar selalu menekankan masyarakat melakukan gerakan 3M dalam segala aktivitas. Langkah-langkah tersebut merupakan upaya yang dapat dilakukan sebagai salah satu pencegahan penularan Covid-19.

Selain menggalakkan gerakan 3M, Pemkab Lambar melalui Puskesmas yang terdapat di 15 kecamatan, juga menerapkan upaya 3T yang berarti testing, tracing, dan treatment.

Testing yaitu melakukan screening atau pendeteksian terhadap orang yang terindikasi terpapar Covid-19.

Kemudian langkah berikutnya adalah tracing, yaitu upaya melacak orang yang berinteraksi dengan seseorang yang sudah terpapar Covid-19.

Langkah selanjutnya, yaitu melakukan treatment apabila orang tersebut sudah terpapar Covid-19 segera untuk dikarantina agar tidak melakukan kontak dengan orang lain.

Kembali pada gerakan masyarakat Pakai Masker atau Gemar PM, tepat di bulan April 2020, Pemkab Lambar dengan instruksi langsung dari Bupati Parosil Mabsus membagikan sebanyak 200 ribu buah masker kepada masyarakat secara percuma.

Asumsinya, dengan jumlah penduduk sebanyak 265 ribu jiwa, bantuan 200 ribu masker diyakini mampu mencukupi kebutuhan masyarakat di Kabupaten berjuluk negeri di atas awan tersebut.

Masker kain itu diberikan kepada perwakilan aparatur Pekon (Desa) melalui ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten dan organisasi kemasyarakatan seperti Palang Merah Indonesia (PMI), Karang Taruna Indonesia (KTI) untuk selanjutnya diberikan kepada masyarakat.

Pembuatannya pun memberdayakan penjahit lokal di Lambar dengan menggunakan dana desa sehingga bagi masyarakat yang ingin mendapatkan masker ketika itu bisa langsung menghubungi Peratin (Kepala Desa) di masing-masing wilayah maupun kelurahan tempat warga tinggal.

Pembagian masker tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah kepada rakyat guna mencegah penyebaran virus asal negeri tirai bambu itu sehingga tidak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk tidak menggunakan masker dengan alasan tidak punya.

Baca Juga :  Apresiasi Lampung Tuan Rumah HPN-Porwanas 2027, Parosil Siapkan Kopi Robusta Lambar ke Panggung Nasional

Langkah itu merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19. Dengan demikian masyarakat diimbau, agar mentaati apa yang sudah disampaikan pemerintah dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 di Lambar.

Tidak hanya sampai di situ, selang beberapa bulan kemudian Parosil kembali menginstruksikan Satuan Tugas (Satgas) penanganan dan pencegahan Covid-19 melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk memberikan masker gratis juga kepada pelajar.

Jika sebelumnya jenis masker kain, kali ini siswa dan siswi SD/MI dan SMP/MTs dibagikan masker jenis scuba dengan total penerima 47.720 siswa maupun siswi. Sasarannya SD 29.762, MI 4.734, SMP 10.524, dan MTs sebanyak 3.060 yang tersebar di 323 sekolah di Lambar.

Selain pembagian masker, Pemkab Lambar juga memberikan bantuan berupa sembako gratis bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 di 15 kecamatan, baik yang bersumber dana desa, bantuan pusat dan anggaran yang bersumber dari APBD.

Selanjutnya dengan adanya program vaksinasi Covid-19 dari pemerintah pusat, Pemkab gerak cepat melakukan vaksinasi Covid-19 yang diawali unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada tanggal 1 Februari 2021 lalu dan kemudian disusul para tenaga kesehatan serta masyarakat umum.

Lambar sendiri diberi target oleh pemerintah pusat sebanyak 220 ribu capaian vaksinasi Covid-19. Dengan adanya imbauan pemerintah kepada masyarakat terkait ajakan melakukan vaksinasi Covid-19, antusias masyarakat sangat tinggi terhadap vaksinasi Covid-19 yang sebelumnya banyak masyarakat ketakutan akan kehalalan dan dampak dari vaksin tersebut. Namun berkat kerjasama semua pihak akhirnya masyarakat sadar betapa pentingnya vaksin bagi tubuh.

Terhitung sejak 1 Februari hingga 27 November 2021 ini, capaian vaksinasi di Lambar sudah mencapai 60,98 persen. Targetnya, capaian 220 ribu vaksinasi Covid-19 itu dapat tercapai di akhir Desember 2021 mendatang, dengan catatan dosisnya tersedia.

Percepatan vaksinasi Covid-19 tersebut ditujukan agar terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok bagi seluruh masyarakat yang ada di Lambar dari wabah Covid-19 yang hingga kini belum berakhir.

Keberhasilan dan capaian pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang sempat di urutan tiga tertinggi di Provinsi Lampung ini merupakan buah kerjasama semua pihak, mulai dari TNI-Polri, partai politik, media massa, dan lintas sektoral lainnya. (*)

Red

Berita Terkait

Apresiasi Lampung Tuan Rumah HPN-Porwanas 2027, Parosil Siapkan Kopi Robusta Lambar ke Panggung Nasional
Gubernur Mirza Diangkat Jadi Saudara Sultan Sekala Brak, Terima Tongkat Pusaka
Jalan Suoh-BNS Diperbaiki, Petani di Lambar Dapat 10 Mesin Pengering Gabah
Sijago Merah Hanguskan Rumah Dua Lantai di Pekon Canggu Lampung Barat
Bupati Parosil Lantik Ratusan Pejabat, Berikut Daftar Lengkapnya!
Parosil Mabsus Siap Kawal Program Tiga Juta Rumah, Wujudkan Asta Cita Prabowo Subianto
Warga dan Penjual Air Deruman Bantu Padamkan Kebakaran, Bupati Parosil Turun Langsung dan Sampaikan Apresiasi
Rumah Warga di Lambar Ludes Terbakar, Armada Damkar Rusak Picu Kekecewaan Warga
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:54 WIB

Apresiasi Lampung Tuan Rumah HPN-Porwanas 2027, Parosil Siapkan Kopi Robusta Lambar ke Panggung Nasional

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:40 WIB

Gubernur Mirza Diangkat Jadi Saudara Sultan Sekala Brak, Terima Tongkat Pusaka

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:20 WIB

Jalan Suoh-BNS Diperbaiki, Petani di Lambar Dapat 10 Mesin Pengering Gabah

Kamis, 8 Januari 2026 - 14:40 WIB

Sijago Merah Hanguskan Rumah Dua Lantai di Pekon Canggu Lampung Barat

Rabu, 23 Juli 2025 - 17:05 WIB

Bupati Parosil Lantik Ratusan Pejabat, Berikut Daftar Lengkapnya!

Berita Terbaru

LC TV Story

Prabowo Targetkan 700 BUMN Merugi Ditutup hingga Desember 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:28 WIB