Mengapa Banjir Bandang Sering Membawa Kayu? Ini Penjelasannya!

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi banjir bandang dipenuhi kayu. Foto tangkapan layar akun instagram mongabay.id

Ilustrasi banjir bandang dipenuhi kayu. Foto tangkapan layar akun instagram mongabay.id

LampungCorner.com, BANDAR LAMPUNG – Banjir bandang bukan hanya tentang derasnya air yang meluap, tetapi juga tentang bahaya tambahan berupa kayu-kayu besar yang terseret arus.

Kehadiran kayu ini dapat memperparah kerusakan, mulai dari menyumbat aliran sungai, merusak rumah warga, hingga mengubah arah arus air secara tiba-tiba.

Fenomena ini bukan terjadi tanpa sebab. Ada beberapa faktor utama yang membuat kayu ikut hanyut saat banjir bandang.

1. Kerusakan Hutan

Hulu sungai yang rusak akibat penebangan liar menjadi salah satu pemicu utama. Ketika pohon ditebang, akar yang seharusnya menahan tanah hilang, membuat tanah lebih mudah longsor.

Saat hujan deras mengguyur, tanah dan batang pohon yang tidak lagi tertahan ikut terbawa menuju sungai. Deforestasi tak hanya meningkatkan potensi banjir bandang, tetapi juga mempercepat aliran material berat seperti kayu ke arah hilir.

Baca Juga :  Bank Lampung Siap Kolaborasi Sukseskan HPN dan Porwanas 2027

2. Longsor

Kombinasi hujan ekstrem dan kondisi lereng curam sering memicu longsor. Material longsoran berupa tanah, batu, dan kayu meluncur ke badan sungai.

Ketika air deras mengalir, material ini berubah menjadi arus puing (debris flow) yang sangat kuat. Kayu-kayu yang ikut terbawa arus ini menjadi faktor pemicu kerusakan yang lebih luas.

3. Aktivitas Manusia

Tak hanya hutan yang digunduli, perilaku manusia di sekitar sungai juga memberi kontribusi. Limbah kayu yang dibuang sembarangan di bantaran sungai menjadi “bom waktu”. Saat hujan deras, tumpukan kayu ini hanyut dan memperbesar kekuatan banjir bandang.

Baca Juga :  HUT ke-27 PP Polri, Gubernur Tekankan Peran Purnawirawan Jaga Kondusivitas

4. Sungai yang Tidak Terawat

Sungai yang dipenuhi sampah dan endapan membuat aliran air tidak lagi lancar. Ketika hujan besar datang, aliran yang tersumbat memaksa air membawa berbagai material, termasuk kayu, menuju hilir. Hal ini membuat banjir bandang semakin besar dan sulit dikendalikan.

Banjir bandang yang membawa kayu bukan sekadar fenomena alam yang muncul tiba-tiba. Ada campur tangan manusia dalam memperparah kondisi tersebut.

Dengan memahami faktor-faktor penyebabnya, kita dapat mengambil langkah pencegahan yang lebih tepat mulai dari menjaga hutan, merawat sungai, hingga menghentikan kebiasaan membuang limbah sembarangan. Upaya kecil ini dapat membantu mengurangi risiko besar di masa mendatang. (*)

Laporan: Budi Sudewo
Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

Sidak DPRD Bandar Lampung Ungkap Material Bekas di Proyek Trotoar Sultan Agung yang Ambrol
Bank Lampung Siap Kolaborasi Sukseskan HPN dan Porwanas 2027
Tuan Rumah Porwanas XV 2027, PWI Lampung Bidik 5-7 Emas dari Lomba Karya Jurnalistik
Launching Tim Bhayangkara Lampung Gratis, 4.000 Jersey Dibagikan
Karang Taruna Lampung Siap Jadi Garda Mitigasi Bencana hingga Desa
Dukung HPN dan Porwanas 2027, Rycko Menoza Optimistis Ekonomi Lampung Bergeliat
PWI Lampung Bidik Tri Sukses Porwanas dan HPN 2027, Dongkrak Prestasi hingga Ekonomi Daerah
Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027
Berita ini 120 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:51 WIB

Sidak DPRD Bandar Lampung Ungkap Material Bekas di Proyek Trotoar Sultan Agung yang Ambrol

Rabu, 2 September 2026 - 17:08 WIB

Bank Lampung Siap Kolaborasi Sukseskan HPN dan Porwanas 2027

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Tuan Rumah Porwanas XV 2027, PWI Lampung Bidik 5-7 Emas dari Lomba Karya Jurnalistik

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:52 WIB

Launching Tim Bhayangkara Lampung Gratis, 4.000 Jersey Dibagikan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Karang Taruna Lampung Siap Jadi Garda Mitigasi Bencana hingga Desa

Berita Terbaru