LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Pedagang yang baru direlokasi ke Pasar Smep Bandarlampung mengeluhkan sejumlah masalah. Mulai sepi pembeli hingga rencana naiknya harga sewa kios di pasar tersebut.
Salah satunya disampaikan pedagang sayur, Yatini. “Sepi banget, paling yang beli hanya langganan lama. Kalau pembeli lain nggak ada yang masuk,” ungkapnya, Selasa (18/1/2022).
Dengan kondisi ini, ia keberatan dengan rencana kenaikan harga sewa kios Rp6 juta per tahun dan sewa lapak di basement Rp750 ribu per tahun.
“Di awal memang gratis, tapi itu nggak berpengaruh. Pembeli masih sepi, bagaimana bisa bayar sewa,” ujarnya.
Hal sama dirasakan Lusi, pedagang kopi. Dia mengaku kehilangan banyak pelanggan setelah pindah ke dalam Pasar Smep.
“Sudah jarang yang ke sini, sepi tidak ada pemasukan,” keluhnya.
Dimintai tanggapannya perihal keluhan pedagang tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Bandarlampung Wilson Faisol mengatakan, pihaknya masih mempelajari hal tersebut.
Menurutnya, pemerintah terus berupaya dan menyosialisasikan ke masyarakat bahwa Pasar Smep sudah dibuka.
“Mungkin ke depan kita akan buat even juga, sebagai sosialisasi,” ungkapnya.
Wilson menerangkan apabila situasi sepi ini berkaitan Pasar Pasir Gintung di Jalan Pisang, pihaknya akan berkordinasi dengan Perusahaan Daerah (PD) Pasar.
Apakah pedagang di Jalan Pisang akan direlokasi juga ke Pasar Smep atau tidak.
Karena menurutnya, apabila masih banyak yang berjualan di lokasi itu, sulit bagi pembeli masuk ke Pasar Smep. Harapannya, pihak PD Pasar mau menertibkan pedagang di Pasar Pasir Gintung.
“Itu salah satu permasalahan yang dikeluhkan. Kadang pedagang punya lapak di Pasar Smep, tapi juga punya lapak di Pasir Gintung,” kata dia.
Kalau untuk PKL Pasar Bambu Kuning yang masih kucing-kucingan dan enggan masuk ke dalam pasar legendaris tersebut, Wilson mengatakan petugas ketertiban umum dari Satpol PP terus berjaga.
“Nanti akan ada even kayak kuliner malam di sepanjang Jalan Bambu Kuning. Tunggu persetujuan Wali Kota,” kata dia. (*)
Red















