Home / LAMPUNG BARAT / PEMERINTAHAN

Rabu, 26 Mei 2021 - 11:15 WIB

Pemuda Peduli Lambar Tuntut Bupati Naikkan Harga Sayur yang Kian Merosot

Unjuk rasa Aliansi Pemuda Lambar menuntut Pemkab Lambar naikkan harga sayur mayur petani,Foto: Ari Gunawan

Unjuk rasa Aliansi Pemuda Lambar menuntut Pemkab Lambar naikkan harga sayur mayur petani,Foto: Ari Gunawan

LAMPUNGCORNER.COM, Lampung Barat – Aliansi pemuda peduli petani yang terdiri dari gabungan pemuda dan mahasiswa Lampung Barat (Lambar) menggelar unjuk rasa di depan kantor bupati setempat, Selasa (25/5/2021), dilansir dari rilislampung.id (group lampungcorner.com), Massa datang menuntut kenaikan harga komoditas sayur mayur di Lambar.

Koordinator lapangan unjuk rasa Putra Ari Utama dalam orasinya mengatakan unjuk rasa itu adalah aksi damai yang dilakukan untuk mendukung petani.

“Unjuk rasa ini murni, tidak ada yang menunggangi. Kami bergerak atas nama peran pemuda sebagai kontrol sosial,” ujarnya.

Menurut Putra, dalam kurun waktu satu tahun belakangan harga sayur mayur di Lambar cenderung merosot, sehingga menyebabkan banyak petani merugi.

“Kami berharap pemerintah melakukan pengawasan dan pengawalan yang intens dan mengevaluasi penyaluran bantuan sarana prasarana produksi pertanian,” terusnya.

Massa juga menuntut Pemkab Lambar segera membuat kebijakan terkait kestabilan harga dan standar minimum harga online yang diperbaharui. Hal itu untuk meminimalisir fluktuasi harga di bidang pertanian.

“Harusnya Pemkab Lambar membentuk badan usaha milik daerah (BUMD), sehingga hasil dari pada pertanian di Lambar dapat dikelola dengan baik, dikemas, dan didistribusikan di pasar modern, selain pasar tradisional. Selain itu juga membuat terobosan seperti menggandeng perusahaan produksi untuk memasarkan hasil pertanian yang ada di Lambar,” paparnya lagi.

Sementara Bupati lambar Parosil Mabsus berjanji sesegera mungkin mencari solusi atas tuntutan massa.

“Saya menerima aspirasi para pemuda pemudi Lambar, untuk membantu memberi masukan serta solusi dari permasalahan yang terjadi. Saya bisa merasakan apa yang petani rasakan terkait rendahnya harga sayur mayur dan keluhan lainnya,” lanjutnya.

Parosil juga mengatakan pembangunan gudang penampungan atau wadah tidak akan mampu direalisasikan, karena keterbatasan APBD.

“Namun kita akan segera mencarikan solusi bersama dinas terkait. Bagaimana petani bisa sejahtera, sesuai program kami,” tandasnya. (*)

Red

Share :

448 views

Baca Juga

BANDAR LAMPUNG

Selamat, Gubernur Lampung Terima Penghargaan Bidang Pertanian 2021 di Istana Wapres

BANDAR LAMPUNG

Wagub Nunik Ikuti Rapat Paripurna DPRD Lampung Lanjutan Pembicaraan Tingkat I

HUKUM

Terungkap, Inilah Identitas Mayat dalam Karung dan Tersangka Pembunuhan

BANDAR LAMPUNG

Dua Lantai di Gedung Baru Pasar Smep Sudah Terisi

HUKUM

Sembunyikan Sabu-Sabu Di Celana Dalam , Pria Ini Diringkus Polisi

BANDAR LAMPUNG

Joko Santoso: Rampungkan Road Show Dapil 1 Lampung

BANDAR LAMPUNG

Wisata UMKM Dibuka, 400 Pedagang Padati Jl Gatot Subroto

LAMPUNG BARAT

Buka Konferkab Lambar, Ketua PWI Lampung Minta Wartawan Jangan Cepat Puas