LampungCorner.com, BANDAR LAMPUNG – Setiap tanggal 28 November, Indonesia memperingati Hari Menanam Pohon, sebuah momentum yang mengingatkan kita betapa besar peran pepohonan bagi kelangsungan hidup di bumi.
Bukan sekadar tradisi tahunan, peringatan ini menjadi ajakan nyata bagi seluruh masyarakat untuk kembali menanam dan merawat pohon sebagai investasi jangka panjang bagi lingkungan.
Menanam pohon membawa segudang manfaat, baik untuk alam maupun manusia. Di antaranya:
1. Mengurangi Karbon Dioksida dan Menahan Laju Perubahan Iklim;
Melalui proses fotosintesis, pohon menyerap CO₂ dari atmosfer lalu menyimpannya dalam jaringan batang, akar, dan daun. Proses ini menjadikan pepohonan sebagai “penjaga udara” yang sangat efektif dalam menekan peningkatan gas rumah kaca.
2. Menghasilkan Oksigen dan Memperbaiki Kualitas Udara;
Pohon menghasilkan oksigen yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan hewan. Daunnya pun berfungsi menyaring polusi dan partikel berbahaya, sehingga udara menjadi lebih sehat untuk dihirup.
3. Memperkuat Tanah dan Menjaga Sumber Daya Air;
Akar pohon mampu mengikat tanah, mencegah erosi, serta menurunkan potensi banjir. Pada saat yang sama, tajuk pohon memperlambat laju air hujan sehingga memberi kesempatan air meresap ke tanah dan menjaga cadangan air bawah tanah.
4. Mendukung Kehidupan Satwa dan Keanekaragaman Hayati;
Pohon menyediakan tempat tinggal, pelindung, dan sumber makanan bagi berbagai makhluk hidup. Menanam pohon lokal berarti ikut melindungi keseimbangan ekosistem yang semakin terancam.
5. Menciptakan Lingkungan Sejuk dan Nyaman;
Ruang hijau dengan pepohonan memberikan efek menenangkan, menyejukkan udara, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Menanam pohon mungkin terlihat sederhana, namun dampaknya luar biasa besar bagi bumi dan masa depan generasi mendatang.
Di momen Hari Menanam Pohon ini, mari bersama-sama melakukan aksi hijau demi menjaga alam tetap lestari. Lingkungan yang sehat dan hijau adalah warisan terbaik yang bisa kita tinggalkan untuk anak cucu. (*)
Laporan: Budi Sudewo
Editor: Furkon Ari









