LAMPUNGCORNER.COM, Myanmar kembali memperingati Hari Persatuan (Union Day) yang jatuh pada 12 Februari tiap tahunnya. Dalam perayaan kali ini, junta Myanmar mengumumkan amnesti bagi ratusan tahanan.
Dikutip dari AFP, pimpinan militer Jenderal Senior Min Aung Hlaing membebaskan hingga 814 tahanan dalam peringatan Hari Persatuan yang ke-75.
Hari Persatuan merupakan peringatan terciptanya perjanjian antara pahlawan kemerdekaan Myanmar, Aung San, dan sejumlah kelompok etnis untuk membentuk Persatuan Burma yang merdeka dari jajahan Inggris.
“Mereka yang diberikan amnesti sebagian besar adalah tahanan dari Kota Yangon,” ujar juru bicara junta Zaw Min Tun pada Sabtu (12/2).
Menurut pantauan koresponden AFP, sekitar 100 orang tampak berkumpul di depan lapas Insein, Yangon, pada Sabtu pagi. Mereka berkumpul dengan harapan bisa kembali bertemu dengan orang-orang terkasih.
Sebanyak empat minibus dilaporkan meninggalkan lapas itu pada siang hari waktu setempat. Para penumpang minibus terlihat melambaikan tangan ke perkumpulan warga.
Salah satu warga bernama Thin Thin Aye (46) menunggu pembebasan anak laki-lakinya, yang dipenjara pada tahun lalu atas tuduhan penghasutan terhadap militer. Ia berharap anaknya menjadi salah satu dari 814 tahanan yang dibebaskan.
“Saya harap anak saya bisa dibebaskan secepat mungkin, saya ingin dia tinggal bersama kami keluarganya,” ungkap Thin Thin Aye, dengan air mata bercucuran.
Ia masih tetap menunggu di depan lapas, bahkan hingga minibus terakhir meninggalkan lokasi. Usai petugas lapas mengatakan tidak ada lagi tahanan yang akan dibebaskan, Thin Thin Aye tetap menunggu.
Satu tahanan Myanmar yang dinanti kabarnya adalah seorang akademis asal Australia, Sean Turnell. Tidak diketahui apakah Turnell merupakan salah satu tahanan yang ikut dibebaskan.
Profesor bidang ekonomi ini dulunya merupakan penasihat bagi pemimpin pemerintahan sipil, Aung San Suu Kyi. Turnell ditangkap dan ditahan pada Februari 2021, beberapa hari setelah pemerintahan Suu Kyi digulingkan.
Ia dijatuhi dakwaan pelanggaran Undang-undang kerahasiaan negara Myanmar. Jika terbukti bersalah, Turnell bisa dihukum penjara hingga 14 tahun.
Unjuk Gigi Militer Myanmar
Dalam peringatan Hari Persatuan ke-75 ini, junta melakukan parade militer di Naypyidaw, ibu kota Myanmar. Ratusan prajurit tampak berbaris bersama dengan para pegawai negeri sipil (PNS).
Rombongan abdi negara itu mengibarkan bendera negara secara serentak dan menampilkan gerakan yang rapi dan terkoordinasi.
Helikopter melintas di langit dengan membawa bendera negara yang bercorak kuning, hijau dan merah. Kemudian, disusul dengan armada jet dengan asap berwarna kuning, hijau, merah mengekor.
Dalam pidatonya di hadapan tentara nasional, Jenderal Min Aung Hlaing menegaskan kembali klaim adanya kecurangan pada pemilu November 2020 yang dimenangkan oleh Suu Kyi.
Ia juga mengundang kelompok-kelompok etnis Myanmar yang sudah bertempur selama setahun belakangan ini, untuk duduk dan berdialog secara damai.
Persatuan Nasional Etnis Karen dengan tegas menolak ajakan tersebut.
“Katanya ini Hari Persatuan, tetapi di mana persatuannya?” tanya juru bicara persatuan etnis Karen, Padoh Saw Taw Nee.
“Mereka mencuri kekuasaan dari pemerintah sipil. Mereka bukan pemerintah resmi,” tegas dia.
Red















