Rusia Tuduh Putra Joe Biden Danai Program Senjata Biologi Ukraina

- Jurnalis

Jumat, 25 Maret 2022 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tentara Ukraina berjaga di sebuah pos pemeriksaan di kota Zhytomyr, Ukraina, Minggu (27/2/2022). Foto: Viacheslav Ratynskyi/REUTERS

Tentara Ukraina berjaga di sebuah pos pemeriksaan di kota Zhytomyr, Ukraina, Minggu (27/2/2022). Foto: Viacheslav Ratynskyi/REUTERS

LAMPUNGCORNER.COM, Kementerian Pertahanan Rusia menuduh Hunter Biden terlibat dalam pendanaan laboratorium senjata biologi di Ukraina. Ia merupakan putra Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.

Kremlin mengklaim, dana investasi Rosemont Seneca Partners mendanai program biologi militer Pentagon di Ukraina. Firma tersebut saat ini dikelola oleh Hunter Biden.

Kepala pertanahan radiasi, kimia, dan biologi di Kemhan Moskow, Jenderal Igor Kirillov, menyebut sumber daya untuk aktivitas laboratorium di Ukraina tersebut setidaknya mencapai Rp 34 Triliun.

Kirillov menambahkan, Badan Pembangunan Internasional AS, Yayasan George Soros, dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) juga terlibat dalam pendanaan dan pengembangan program itu.

Baca Juga :  Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama

Kirillov mengutip dokumen tanpa nama yang ditemukan oleh Kremlin. Dokumen itu dimaksudkan untuk membuktikan hubungan antara badan-badan negara AS dan fasilitas biologis di Ukraina.

Namun, Rusia tidak memberikan bukti atas pernyataan yang menyinggung keterlibatan Hunter Biden dalam pendanaan laboratorium tersebut.

“Dokumen yang masuk memungkinkan kami untuk melacak pola interaksi antara lembaga pemerintah AS dan fasilitas biologis Ukraina,” paparnya.

Kirillov menegaskan, Kemhan Rusia memiliki dokumentasi resmi yang membuktikan bahwa 30 laboratorium Ukraina terlibat dalam kegiatan biologi militer.

Baca Juga :  Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Kirillov menegaskan, 16.000 sampel biologis telah diekspor ke AS dan sekutunya dari Ukraina. Sampel itu termasuk 4.000 sampel darah yang diambil dari prajurit di Lviv, Kharkiv, Odessa dan Kiev untuk mempelajari prevalensi antibodi terhadap hantavirus.

“Penelitian kekebalan alami populasi secara besar-besaran ini kemungkinan dilakukan untuk menyeleksi agen biologi yang paling berbahaya bagi populasi di wilayah tertentu,” jelas Kirillov.

Hingga saat ini, AS belum memberikan komentar mengenai klaim terbaru Rusia yang melibatkan putra dari Presiden Joe Biden itu.

 

Red

Berita Terkait

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama
Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin
Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama
Menang Adu Pinalti, Argentina Juarai Piala Dunia 2022
Momen Haru Ridwan Kamil Dipeluk Warga Bern yang Selamatkan Adik Eril dari Arus Sungai Aare
Pencarian Anak Ridwan Kamil di Sungai Aare Terkendala Air Keruh, Ini Penjelasan Polisi Swiss
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:35 WIB

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

Jumat, 4 September 2026 - 13:48 WIB

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Rabu, 2 September 2026 - 18:29 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama

Rabu, 2 September 2026 - 08:53 WIB

Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin

Minggu, 30 November 2025 - 18:42 WIB

Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama

Berita Terbaru