Soroti 591 Kasus Suspek Campak, Anggota Komisi V DPRD Minta Dinkes Lampung Jemput Bola

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Anggota Komisi V DPRD Lampung, Budhi Condrowati, mengingatkan pemerintah daerah agar tidak menganggap remeh lonjakan kasus campak di Lampung pada awal 2026.

Menurutnya, campak bukan penyakit ringan karena dapat menimbulkan komplikasi serius hingga berujung fatal bagi penderitanya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung hingga 30 Maret 2026, tercatat sebanyak 591 warga berstatus suspek campak. Kasus tersebut telah menyebar di delapan kabupaten/kota di Lampung.

Budhi menilai kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan lantaran cakupan imunisasi tahunan di Lampung masih rendah.

Hingga saat ini, angka imunisasi baru mencapai 80 persen, masih jauh dari target nasional sebesar 95 persen.

Baca Juga :  Update Gempa NTT: 44.946 Rumah Rusak, 83 Orang Meninggal

“Targetnya 95 persen, artinya masih ada gap yang harus segera ditangani secara maksimal. Distribusi vaksin harus dilakukan secara masif agar angka kasus tidak semakin melonjak,” tegas Budhi, Rabu, 1 April 2026.

Politisi PDI Perjuangan itu juga menyoroti masih banyaknya orang tua yang enggan memberikan imunisasi kepada anak karena khawatir terhadap efek samping, seperti demam.

Karena itu, Budhi meminta Dinas Kesehatan tidak hanya menunggu masyarakat datang ke puskesmas maupun posyandu.

Ia mendesak adanya langkah konkret melalui sosialisasi secara masif mengenai bahaya campak dan pentingnya imunisasi.

Baca Juga :  Erupsi GAK Mereda, Damkarmat Bandar Lampung Terus Bersihkan Sisa Abu Vulkanik

Selain itu, Budhi meminta petugas kesehatan melakukan pendekatan humanis dengan turun langsung ke masyarakat untuk memberikan pemahaman bahwa manfaat vaksin jauh lebih besar dibanding efek sampingnya.

Ia juga mendorong Dinas Kesehatan segera melakukan investigasi lapangan di wilayah dengan angka kasus tertinggi guna mencari akar persoalan.

“Dinkes harus segera turun ke lapangan, investigasi permasalahannya, dan gerak cepat mencari solusi. Kita harus memutus rantai penyebaran ini sebelum jatuh lebih banyak korban,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD
Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II
Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan, APJII Lampung Sasar Sejumlah Ruas Jalan
60 ASN Berebut 11 Kursi JPTP Lampura, Berikut Nama dan Jabatan dengan Pelamar Terbanyak
Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung
Inspektorat Lampung Awasi 17 OPD Tubaba
Pemkab Tubaba Perkuat Digitalisasi Daerah dan Pengendalian Inflasi
Tekan Inflasi, Pemkab Tubaba Gelar Operasi Pasar Murah di Panaragan Jaya
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 20:50 WIB

Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD

Jumat, 25 September 2026 - 21:49 WIB

Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan, APJII Lampung Sasar Sejumlah Ruas Jalan

Jumat, 25 September 2026 - 21:00 WIB

60 ASN Berebut 11 Kursi JPTP Lampura, Berikut Nama dan Jabatan dengan Pelamar Terbanyak

Jumat, 25 September 2026 - 10:31 WIB

Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung

Jumat, 25 September 2026 - 10:16 WIB

Inspektorat Lampung Awasi 17 OPD Tubaba

Berita Terbaru