Tender Proyek Taman Sukadana Kembali Jadi Sorotan, CV. Karya Lampung Lestari Ajukan Sanggah Banding

- Jurnalis

Jumat, 7 November 2025 - 22:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LampungCorner.com, LAMPUNG TIMUR – Polemik dalam proses tender proyek konstruksi di Kabupaten Lampung Timur kembali mencuat ke publik. Kali ini, giliran CV. Karya Lampung Lestari yang melayangkan sanggah banding kepada Dinas PUPR setempat terkait hasil tender Pembangunan Prasarana Taman Pasar Sukadana, Kecamatan Sukadana.

Direktur CV. Karya Lampung Lestari, Rafialwan Athariq Subing, mengungkapkan bahwa dalam tender tersebut hanya terdapat dua peserta. Namun, pihaknya yang berada di posisi penawaran terbaik justru digugurkan oleh Pokja dengan alasan dokumen teknis Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) dianggap tidak sesuai dengan dokumen pemilihan.

“Tender ini hanya diikuti dua peserta. Kami berada di peringkat pertama, tapi digugurkan karena alasan RKK tidak sesuai. Padahal, kami sudah membuktikan bahwa dokumen kami memenuhi ketentuan. Kalau pun ada perbedaan, itu tidak bersifat menggugurkan,” jelas pria yang akrab disapa Ariq, Jumat (7/11/2025).

Baca Juga :  159 Pekerja Migran Lamtim Terlindungi, BP3MI dan BPJS Serahkan Manfaat Rp2,03 Miliar

Meski telah melalui tahapan sanggah, Pokja tetap menolak keberatan yang diajukan perusahaan tersebut. Dalam jawabannya, Pokja menyebut telah berusaha bersikap adil dan netral dengan menggugurkan seluruh peserta, sehingga tender dinyatakan gagal menghasilkan pemenang.

Namun, Ariq menilai alasan tersebut tidak memiliki dasar kuat. Menurutnya, keadilan dan netralitas bukan berarti menggugurkan semua peserta, melainkan berpegang pada aturan dan kebenaran objektif.

“Jawaban Pokja itu tidak mendasar. Berlaku adil dan netral bukan berarti semua digugurkan. Yang benar adalah menilai sesuai aturan. Jika dokumen kami sudah memenuhi syarat, tidak ada alasan untuk menggugurkan,” tegasnya.

Baca Juga :  BRI Bangun TPST Berbasis RDF di Lamtim, Solusi Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

Melalui sanggah banding yang diajukan kepada PA/KPA Dinas PUPR Lampung Timur, Ariq berharap proses evaluasi dapat dilakukan secara transparan dan profesional, tanpa intervensi dari pihak mana pun.

“Kami optimistis sanggah banding ini diterima. Saat ini tender di Lampung Timur memang sedang jadi sorotan publik, dan kami percaya PA/KPA PUPR bisa menilai secara objektif sesuai aturan,” pungkasnya.

Langkah CV. Karya Lampung Lestari ini menambah daftar panjang polemik tender proyek konstruksi di Kabupaten Lampung Timur, yang belakangan sering menuai sorotan karena isu transparansi dan profesionalisme panitia pelaksana. (*)

Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

Kenang Jasa Pahlawan, Kejari Lamtim Tabur Bunga Peringati HUT Kejaksaan ke-81
Peserta Sespimmen Polri Angkatan ke-67 Kumpulkan Data Naskap di Polres Lamtim
159 Pekerja Migran Lamtim Terlindungi, BP3MI dan BPJS Serahkan Manfaat Rp2,03 Miliar
40 Pemuda Lamtim Dilepas Magang ke Jepang, Siap Tempuh Karier Internasional
BRI Bangun TPST Berbasis RDF di Lamtim, Solusi Sampah Jadi Bernilai Ekonomi
Hari Bhayangkara ke-80, AKBP Heti Patmawati Ajak Personel Teladani Semangat Juang Pahlawan
Bupati Ela Pastikan Bayi Temuan Warga Terima Perawatan Terbaik, Polisi Telusuri Identitas Orang Tua
Ketua DPRD Lampung Timur Sambut Kepulangan 39 Jemaah Haji Kloter 15 JKG di Islamic Center Sukadana
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 14:38 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kejari Lamtim Tabur Bunga Peringati HUT Kejaksaan ke-81

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Peserta Sespimmen Polri Angkatan ke-67 Kumpulkan Data Naskap di Polres Lamtim

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:31 WIB

159 Pekerja Migran Lamtim Terlindungi, BP3MI dan BPJS Serahkan Manfaat Rp2,03 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:44 WIB

40 Pemuda Lamtim Dilepas Magang ke Jepang, Siap Tempuh Karier Internasional

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:10 WIB

BRI Bangun TPST Berbasis RDF di Lamtim, Solusi Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

Berita Terbaru