Warga Swadaya Bangun Rumah Reyot Janda Sebatangkara

- Jurnalis

Kamis, 16 Juni 2022 - 08:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Lampung Timur – Meski diguyur hujan gerimis, warga Dusun 3 Bendungan, Desa Bauh Gunungsari Kecamatan Sekampungudik, Lampung Timur, sangat antusias saling bahu-membahu gotong royong membenahi rumah reyot milik Muksenen, seorang janda yang hidup sebatang kara, tanpa sanak dan saudara.

Kegiatan bedah rumah ini berawal dari rasa kasian warga sekitar yang melihat kondisi rumah Muksenin yang sangat tidak layak huni serta melihat keadaan ekonomi Muksenin yang hidup sendiri sehingga warga merasa terpanggil termotifasi untuk membantu melakukan bedah rumah secara swadaya dengan cara menggalangan dana untuk merehap rumah tersebut agar lebih layak.

Akhirnya dengan sumbangan dana dari warga sekitar yang terkumpul ditambah dana dari beberapa donatur serta dibantu dari Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Sekampung Udik ahirnya kegiatan sosial bedah rumah tersebut bisa terlaksana pada, Rabu (15/6/2022).

Dalam pantauan, nampak terlihat semangat warga yang terlibat dalam kegiatan tersebut tanpa terkecuali juga para ibu-ibu yang tinggal disekitar rumah Muksenen.

Mereka datang berduyun-duyun datang ke rumah Muksenin yang sedang dibongkar, dengan suka rela para ibu-ibu ikut membantu, ada yang memberikan gula dan kopi, air mineral, kue dan nasi bungkus untuk makan siang untuk para warga yang ikut bergotong royong dalam bedah rumah tersebut.

Baca Juga :  Tangis Haru Iringi Keberangkatan 163 Jemaah Haji Lampung Timur Kloter 11 JKG

Mubaroh, salah satu warga dan juga inisiator bedah rumah Muksenin mengatakan kegiatan bedah rumah ini dilakukan secara swadaya dari warga sekitar dusun III Bendungan tanpa ada campur tangan dari aparat desa.

“Bedah rumah ini murni dilakukan dengan cara kolektif atau swadaya dari warga sekitar sini dan tanpa ada campur tangan dari pemerintah desa. Kami bersama warga disini merasa terpanggil karena miris melihat kondisi Bu Muksenin yang hampir luput dari perhatian desa sehingga kami termotivasi untuk melakukan bedah rumah ini untuk meringankan beban Bu Muksenin.

Ia bersukur, karena bedah rumah ini bisa terlaksana, ia juga tak lupa juga mengucapkan terimakasih banyak kepada warga.

“Terutama warga Dusun III Bendungan ini, para donatur dan Lazismu yang sudah membantu Bu Muksenin ini,” kata Baroh sapaan akrapnya.

Perwakilan Lazismu Sekampung Udik, Warsito mengapresiasi kegiatan sosial ini dan salut atas kekompakan warga Dusun III Bendungan dalam membantu warga yang membutuhkan bantuan.

“Kami dari Lazismu Sekampung Udik, sangat mengapresesi kegiatan bedah rumah ini, kita membantu Dhuafa yang butuh uluran tangan atau bantuan dari kita, semoga kegiatan ini tidak berhenti sampai disini, semoga kedepan kita bisa bersama -sama membantu yang lain yang membutuhkan uluran tangan kita, saya juga salut atas kekompakan dan semangat warga disini, sangat banyak warga yang datang untuk ikut membantu merehap rumah Bu Muksenin ini,” ungkap Warsito.

Baca Juga :  Empat Objek Bersejarah Diusulkan Jadi Cagar Budaya, Pemkab Lampung Timur Jaga Warisan Leluhur

Muksenin adalah salah satu warga RT. 12/ RW. 003, Dusun III Bendungan, Desa Bauh Gunungsari, Kecamatan Sekampungudik, Lampung Timur.

Muksenin tinggal dirumah papan yang tidak layak yang letaknya ditengah peladangan dan agak jauh dari rumah permukiman warga, selain kayu yang sudah pada lapuk, genting rumah tersebut pada bocor sehingga kadang Muksenin takut kalau musim hujan.

Untuk makan keseharian Muksenin hanya bergantung pada bantuan warga sekitar Dusun Bendungan tersebut, mau ikut kerja buruh harian sudah tidak laku karena usianya yang sudah tua.

Muksenin selama hidup hampir tidak pernah mendapat bantuan apapun dari program pemerintah.

“Hanya pernah dapat bantuan beras sekali, semenjak itu sampai dengan hari ini juga belum pernah menerima bantuan dari pemerintah, padahal Muksenin juga punya KTP dan KK layaknya warga lainya,” ungkapnya. (*)

Berita Terkait

Empat Objek Bersejarah Diusulkan Jadi Cagar Budaya, Pemkab Lampung Timur Jaga Warisan Leluhur
AKBP Heti Patmawati Pimpin Sertijab 11 Pejabat Polres Lampung Timur, Ini Nama-namanya!
Kloter Terakhir Dilepas, 52 Calon Haji Lampung Timur Bertolak ke Tanah Suci
Haru dan Khidmat, Ketua DPRD Lampung Timur Lepas 39 Calon Haji ke Tanah Suci
Tangis Haru Iringi Keberangkatan 163 Jemaah Haji Lampung Timur Kloter 11 JKG
284 Jemaah Haji Lampung Timur Berangkat ke Tanah Suci
Danrem 043/Gatam Kunjungi Kodim 0429, Tekankan Ketahanan Pangan hingga Penanganan Konflik Gajah Way Kambas
Sertijab Kasi Pidum Kejari Lampung Timur, Kajari Tekankan Amanah dan Integritas
Berita ini 151 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:14 WIB

Empat Objek Bersejarah Diusulkan Jadi Cagar Budaya, Pemkab Lampung Timur Jaga Warisan Leluhur

Senin, 18 Mei 2026 - 09:46 WIB

AKBP Heti Patmawati Pimpin Sertijab 11 Pejabat Polres Lampung Timur, Ini Nama-namanya!

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:17 WIB

Kloter Terakhir Dilepas, 52 Calon Haji Lampung Timur Bertolak ke Tanah Suci

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:50 WIB

Haru dan Khidmat, Ketua DPRD Lampung Timur Lepas 39 Calon Haji ke Tanah Suci

Kamis, 30 April 2026 - 10:20 WIB

Tangis Haru Iringi Keberangkatan 163 Jemaah Haji Lampung Timur Kloter 11 JKG

Berita Terbaru