Wilayah Separatis Georgia, Ossetia Selatan, Ingin Gabung Rusia

- Jurnalis

Kamis, 31 Maret 2022 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Ossetia Selatan. Foto: Shutterstock

Ilustrasi Ossetia Selatan. Foto: Shutterstock

LAMPUNGCORNER.COM, Wilayah separatis Georgia, Ossetia Selatan mengatakan mereka berencana untuk menjadi bagian Federasi Rusia dalam waktu dekat. Rusia adalah salah 1 dari 5 negara di dunia yang mengakui Ossetia Selatan sebagai negara merdeka.

Selama ini, Rusia telah memberikan wilayah separatis Ossetia Selatan dukungan keuangan yang besar, menawarkan kewarganegaraan Rusia kepada penduduknya, dan menempatkan ribuan tentara Rusia di sana.

“Saya percaya bahwa penyatuan dengan Rusia adalah tujuan strategis kami, jalan kami, aspirasi rakyat,” kata pemimpin separatis Ossetia Selatan Anatoly Bibilov, dikutip dari Al-Jazeera.

“Kami akan segera mengambil langkah legislatif terkait. Republik Ossetia Selatan akan menjadi bagian dari tanah air bersejarahnya—Rusia,” tambah Bibilov.

Baca Juga :  Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin

Sementara itu, Abkhazia, wilayah lain yang memisahkan diri dari Georgia dengan dukungan Rusia, mengatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk bergabung dengan Rusia.

“Rusia adalah mitra strategis kami, negara yang kami sayangi dan dekat, tetapi kami di republik Abkhazia tidak berniat bergabung dengan Federasi Rusia,” kata Ketua Parlemen Valery Kvarchia, dikutip dari kantor berita Interfax.

Baca Juga :  Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

Pejabat lain dari Abkhazia, Sekretaris Dewan Keamanan Sergei Shamba, mengatakan kepada kantor berita TASS wilayah tersebut mendukung aspirasi Ossetia Selatan tetapi tidak memiliki tujuan yang sama untuk bergabung dengan Rusia.

Ossetia Selatan dan Abkhazia memisahkan diri dari Georgia dengan dukungan Rusia pada awal 1990-an ketika Uni Soviet runtuh. Moskow memperoleh kendali penuh atas kedua wilayah itu pada 2008 pasca-perang singkat dengan Georgia.

 

Red

Berita Terkait

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama
Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin
Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama
Menang Adu Pinalti, Argentina Juarai Piala Dunia 2022
Momen Haru Ridwan Kamil Dipeluk Warga Bern yang Selamatkan Adik Eril dari Arus Sungai Aare
Pencarian Anak Ridwan Kamil di Sungai Aare Terkendala Air Keruh, Ini Penjelasan Polisi Swiss
Berita ini 153 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:35 WIB

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

Jumat, 4 September 2026 - 13:48 WIB

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Rabu, 2 September 2026 - 18:29 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama

Rabu, 2 September 2026 - 08:53 WIB

Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin

Minggu, 30 November 2025 - 18:42 WIB

Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama

Berita Terbaru