149 Kebakaran di Bandar Lampung, Kerugian Tembus Rp1,75 Miliar

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung. 
Foto: Damkar Kota Bandar Lampung

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung. Foto: Damkar Kota Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bandar Lampung mencatat total kerugian akibat kebakaran mencapai Rp1.755.400.000 sepanjang 1 Januari hingga 26 Juli 2026.

Dalam periode tersebut, terjadi 149 kasus kebakaran. Sementara itu, sepanjang 2025 tercatat 198 kejadian dengan total kerugian mencapai Rp9.499.550.000.

Namun demikian, kedua data tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung sebagai total tahunan, mengingat data 2026 masih bersifat sementara dan belum mencakup satu tahun penuh.

Berdasarkan data rekapitulasi Damkar yang di terima Lampungcorner.com, Senin (27/7/2026), kerugian terbesar pada 2026 terjadi pada April yang mencapai Rp839.500.000.

Baca Juga :  TPA Bakung Tak Kunjung Beres, WALHI Desak KLH Turun Tangan

Pada bulan yang sama, jumlah kebakaran juga menjadi yang tertinggi dengan 44 kejadian.

Selanjutnya, kerugian pada Juni tercatat Rp374.600.000, Mei Rp288.550.000, Juli hingga 26 Juli Rp103.250.000, Februari Rp86.100.000, Januari Rp35.200.000, dan Maret Rp28.200.000.

Dari sisi penyebab, faktor listrik masih menjadi pemicu utama kebakaran pada 2026 dengan 96 kejadian. Disusul faktor lain sebanyak 22 kejadian, sampah 20 kejadian, kompor 9 kejadian, dan rokok 3 kejadian.

Tren serupa juga terjadi pada 2025. Faktor listrik mendominasi dengan 113 kejadian, diikuti sampah 39 kejadian, faktor lain 23 kejadian, kompor 16 kejadian, serta rokok 7 kejadian.

Baca Juga :  Trotoar Sultan Agung Ambrol, DPRD Temukan Spek Tak Sesuai hingga Material Bekas

Sementara itu, berdasarkan objek yang terbakar, bangunan milik warga menjadi yang paling banyak terdampak pada 2026 dengan 29 kejadian.

Disusul kategori lain-lain 92 kejadian, lahan 14 kejadian, bangunan umum 7 kejadian, kendaraan 4 kejadian, dan bangunan industri 3 kejadian.

Adapun pada 2025, bangunan penduduk juga menjadi objek yang paling banyak terbakar dengan 60 kejadian.

Kemudian kategori lain-lain 83 kejadian, lahan 23 kejadian, bangunan industri 11 kejadian, kendaraan 11 kejadian, serta bangunan umum 10 kejadian. (*)

Berita Terkait

Kolam Lindi TPA Bakung Masih Bermasalah, Pembenahan Belum Optimal
Tiga Calon Rebut Kursi Rektor Unila, Budiyono Unggul di Pemungutan Suara Senat
Cuma Dua Pendaftar, Kursi Ketua dan DK PWI Lampung Berpeluang Aklamasi
Tak Cukup Berbekal Ijazah, UBL Kenalkan Professional Passport untuk Cetak Lulusan Siap Kerja
Wisuda ke-76 Jadi Momen Bersejarah, UBL Lahirkan Tujuh Doktor Manajemen Pertama
Kantongi 444 Dukungan, Wirahadikusumah Tunggu Verifikasi
Warga Bandar Lampung Wajib Tahu, Ini Tanda Pohon Rawan Tumbang dan Cara Melaporkannya
Musda V LPM Lampung: Yuhadi Menguat, Ali Sopian dan Sabnu Alie Siap Bersaing
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Kolam Lindi TPA Bakung Masih Bermasalah, Pembenahan Belum Optimal

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Cuma Dua Pendaftar, Kursi Ketua dan DK PWI Lampung Berpeluang Aklamasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Tak Cukup Berbekal Ijazah, UBL Kenalkan Professional Passport untuk Cetak Lulusan Siap Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Wisuda ke-76 Jadi Momen Bersejarah, UBL Lahirkan Tujuh Doktor Manajemen Pertama

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Kantongi 444 Dukungan, Wirahadikusumah Tunggu Verifikasi

Berita Terbaru

Kondisi terkini TPA Bakung, Bandar Lampung.

BANDAR LAMPUNG

Kolam Lindi TPA Bakung Masih Bermasalah, Pembenahan Belum Optimal

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:06 WIB