WHO Sebut Omicron Berbahaya Bagi yang Belum Vaksin

- Jurnalis

Kamis, 13 Januari 2022 - 06:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP

Foto: Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP

LAMPUNGCORNER.COM – World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia memastikan gejala varian Omicron memang lebih ringan dari gejala varian Delta. Meski begitu, varian ini berbahaya bagi mereka yang belum vaksinasi.

Seperti dilansir AFP, Kamis (13/1/2022), WHO mengatakan lonjakan global besar kasus memang disebabkan oleh Omicron. Meski begitu dia memastikan Omicron hanya berbahaya bagi mereka yang belum divaksin.

“Sementara Omicron menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada Delta, itu tetap menjadi virus berbahaya, terutama bagi mereka yang tidak divaksinasi,” kata kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers.

Tedros menegaskan, semua pihak tidak boleh menyerah pada Omicron ini. Terlebih, jika ada pihak yang belum divaksinasi.

Baca Juga :  Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin

“Kita tidak boleh membiarkan virus ini menumpang atau mengibarkan bendera putih, terutama ketika begitu banyak orang di sekitar yang tidak divaksinasi.

Dia lantas membeberkan alasan Omicron berbahaya di Afrika. Menurutya hampir 85 persenn orang belum divaksinasi di sana.

“Di Afrika, lebih dari 85 persen orang belum menerima satu dosis vaksin. Kita tidak dapat mengakhiri fase akut pandemi kecuali kita menutup celah ini.”

Tedros ingin setiap negara memiliki 10 persen populasinya divaksinasi pada akhir September 2021, 40 persen pada akhir Desember, dan 70 persen pada pertengahan 2022. Tapi 90 negara masih belum mencapai 40 persen, 36 di antaranya masih kurang dari 10 persen, katanya.

Baca Juga :  Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 22 Kg Emas Senilai Rp60 Miliar di Bandara Soetta

“Sebagian besar orang yang dirawat di rumah sakit di seluruh dunia tidak divaksinasi,”tambahnya.

Sementara vaksin tetap sangat efektif untuk mencegah kematian dan penyakit COVID-19 yang parah, vaksin tidak sepenuhnya mencegah penularan, kata Tedros.

“Lebih banyak penularan berarti lebih banyak rawat inap, lebih banyak kematian, lebih banyak orang yang tidak bekerja — termasuk guru dan petugas kesehatan — dan lebih banyak risiko munculnya varian lain yang bahkan lebih menular dan lebih mematikan daripada Omicron,” ujarnya. (*)

 

 

Red

Berita Terkait

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama
Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin
Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama
Menang Adu Pinalti, Argentina Juarai Piala Dunia 2022
Momen Haru Ridwan Kamil Dipeluk Warga Bern yang Selamatkan Adik Eril dari Arus Sungai Aare
Pencarian Anak Ridwan Kamil di Sungai Aare Terkendala Air Keruh, Ini Penjelasan Polisi Swiss
Berita ini 122 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:35 WIB

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

Jumat, 4 September 2026 - 13:48 WIB

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Rabu, 2 September 2026 - 18:29 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama

Rabu, 2 September 2026 - 08:53 WIB

Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin

Minggu, 30 November 2025 - 18:42 WIB

Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama

Berita Terbaru