LAMPUNGCORNER.COM, Amerika Serikat meyakini Rusia akan segera menginvasi Ukraina. Pemicunya, jumlah kekuatan militer Rusia yang dikerahkan ke perbatasan Ukraina semakin hari terus bertambah.
Pejabat AS mengatakan, jumlah kekuatan tempur Rusia di perbatasan Ukraina saat ini telah mencapai 70 persen. Jumlah itu sudah sangat cukup bagi Rusia untuk memulai perang.
“Meningkatnya jumlah pasukan Rusia yang semakin dekat dengan Ukraina dapat menunjukkan bahwa jalur diplomasi ditutup,” ucap pejabat AS yang identitasnya diminta untuk dirahasiakan itu dikutip dari Reuters, Minggu (6/2).
AS kemudian memprediksi jika Rusia menyerang Ukraina, Ibu Kota Kiev akan jatuh hanya dalam beberapa hari. Selain itu, puluhan ribu penduduk di sana akan menjadi korban.
“Jika Rusia menyerang Ibu Kota Kyiv, kota itu bisa jatuh hanya dalam beberapa hari,” kata pejabat AS.
“Korban sipil dapat berkisar antara 25.000 hingga 50.000 orang. Invasi penuh juga akan mendorong jutaan pengungsi dan pengungsi internal di Eropa melarikan diri,” tambah dia.
Sementara terkait korban militer, AS menyebut Ukraina dapat kehilangan 5.000 hingga 25.000 personel. Sedangkan Rusia hanya sekitar 3.000 hingga 10.000.
Sebelumnya, situasi antara Rusia dan Ukraina semakin memanas. Militer Rusia mengumumkan pelaksanaan latihan di dekat Ukraina dan di wilayah Krimea. Krimea adalah wilayah di selatan Ukraina yang diduduki paksa oleh Rusia pada 2014 silam.
Latihan militer itu melibatkan 6.000 prajurit. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi latihan penembakan dengan jet tempur, pesawat pengebom, sistem anti-pesawat dan melibatkan kapal-kapal Angkatan Laut armada Laut Hitam dan Laut Kaspia.
Menurut informasi negara-negara Barat, jumlah prajurit yang dikerahkan oleh Rusia di perbatasan Ukraina—utara, timur, dan selatan—bisa mencapai 100.000 orang.
Pengerahan pasukan Rusia dalam jumlah tinggi ini sudah berlangsung sejak November 2021. Hal itu yang menjadi sumber kekhawatiran AS dan Barat akan potensi invasi ke Ukraina oleh Rusia.
Barat terus meminta Rusia untuk melakukan de-eskalasi situasi, salah satunya dengan menarik mundur pasukannya dari dekat perbatasan. Namun hingga saat ini belum ada pengurangan jumlah pasukan Rusia.
Red















