COVID-19 di Hong Kong Meroket, RS dan Pusat Karantina Mulai Kewalahan

- Jurnalis

Jumat, 11 Februari 2022 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antrean warga di stasiun pengumpulan spesimen untuk pengujian COVID-19 di distrik Mongkok, Hong Kong, Kamis (10/2/2022). Foto: Peter Parks/AFP

Antrean warga di stasiun pengumpulan spesimen untuk pengujian COVID-19 di distrik Mongkok, Hong Kong, Kamis (10/2/2022). Foto: Peter Parks/AFP

LAMPUNGCORNER.COM, Hong Kong tengah digempur gelombang pandemi COVID-19. Selain kasus harian yang terus mencetak rekor, kapasitas rumah sakit dan fasilitas karantina mulai menipis.

Dikutip dari Reuters, pada Jumat (11/2) kasus harian mencapai 1.325 infeksi. Sementara kasus suspek awal positif berjumlah sekitar 1.500 orang.

“Sistem layanan kesehatan kita kewalahan, sangat-sangat melampaui kapasitas kami,” ujar pejabat kesehatan senior Chuang Shuk-kwan.

Data Otoritas Rumah Sakit Hong Kong menunjukkan, angka keterisian tempat tidur RS Corona sudah mencapai 90%. Fasilitas isolasi juga hampir mencapai angka maksimal.

Dengan keterisian tempat tidur perawatan dan isolasi di rumah sakit yang sangat tinggi, ada kemungkinan dilakukan perubahan kebijakan rawat inap dan isolasi bagi pasien positif COVID-19.

Kasus COVID-19 di Hong Kong melonjak hingga 10 kali lipat sejak 1 Februari. Dengan adanya tren ini, para pakar kesehatan memperingatkan potensi terjadi 28.000 kasus harian per akhir Maret 2022.

Lansia yang belum divaksinasi menjadi fokus utama di tengah badai COVID-19 Hong Kong.

Pada pekan ini, setidaknya ada lima lansia terinfeksi COVID-19 yang meninggal dunia. Hong Kong terakhir kali mencatat kematian akibat corona pada September 2021.

Baca Juga :  Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

Artinya, selama lima bulan terakhir, tidak ada pasien COVID-19 di Hong Kong yang meninggal dunia.

Meskipun hanya sedikit pasien corona yang saat ini berada dalam kondisi kritis, sejumlah rumah sakit kini sudah penuh. Sebagian besar pasiennya mengidap gejala sakit tenggorokan.

Pakar kesehatan Hong Kong mengungkapkan kekhawatiran akan terjadi lonjakan kasus yang bisa meningkatkan jumlah infeksi bergejala berat, terutama pada lansia yang belum divaksinasi.

Ratusan ribu warga Hong Kong diminta untuk melakukan tes COVID-19 setiap harinya, meliputi lansia dan anak-anak. Antrean warga kerap kali mengular di pusat tes corona. Fenomena ini justru meningkatkan risiko penularan.

Hingga saat ini, Hong Kong melaporkan total 20.000 kasus COVID-19 dengan 218 kematian. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan kota-kota besar dunia lainnya.

Kepala Sekretaris Hong Kong John Lee, Sekretaris Bidang Kesehatan Sophia Chan, dan Kepala Keamanan Chris Tang akan bertemu dengan pejabat Pemerintah China pada Sabtu (12/2) untuk mendiskusikan masalah yang dialami Hong Kong ini.

China Siap Membantu

“Pemerintah Pusat China sangat prihatin atas keselamatan dan kesehatan penduduk, serta perekonomian dan kehidupan rakyat,” ujar juru bicara Kantor Urusan Hong Kong dan Makau (HKMAO) dalam keterangannya.

Baca Juga :  Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

“Selama Hong Kong meminta bantuan, Ibu Pertiwi dipastikan akan merespons. Dengan bahu membahu, kita akan mampu mengatasi epidemi ini dengan segera,” lanjutnya.

SCMP melaporkan, Beijing akan membantu kemampuan testing Hong Kong dan membuka fasilitas karantina baru di kota tersebut. Mereka juga mempersiapkan pengerahan ribuan tenaga kesehatan dan laboratorium serta jutaan alat tes COVID-19.

Sebelumnya, pada 2020, Beijing membantu Hong Kong menangani pandemi corona lewat peningkatan skema testing.

Sebanyak 600 tenaga kesehatan dikirim ke Hong Kong untuk mengoperasikan fasilitas laboratorium. Sebanyak 2 juta penduduk dari total 7,5 juta orang dites saat itu.

Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, mengatakan dirinya sangat sedih dan cemas melihat antrean panjang warga yang menunggu untuk dites atau untuk bisa masuk ke fasilitas isolasi.

Pekan lalu, Lam mengungkapkan dirinya sudah meminta Pemerintah Pusat untuk membantu kapasitas testing di Hong Kong.

 

Red

Berita Terkait

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama
Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin
Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama
Menang Adu Pinalti, Argentina Juarai Piala Dunia 2022
Momen Haru Ridwan Kamil Dipeluk Warga Bern yang Selamatkan Adik Eril dari Arus Sungai Aare
Pencarian Anak Ridwan Kamil di Sungai Aare Terkendala Air Keruh, Ini Penjelasan Polisi Swiss
Berita ini 124 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:48 WIB

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Rabu, 2 September 2026 - 18:29 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama

Rabu, 2 September 2026 - 08:53 WIB

Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin

Minggu, 30 November 2025 - 18:42 WIB

Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama

Senin, 19 Desember 2022 - 08:46 WIB

Menang Adu Pinalti, Argentina Juarai Piala Dunia 2022

Berita Terbaru