Dubes Ukraina: 30 Tahun Rusia Tak Henti Hancurkan Kemerdekaan Kami

- Jurnalis

Kamis, 24 Februari 2022 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alexander Bazhanov, 34, seorang manajer teknis dari Mariupol berjalan di perbatasan antara Polandia dan Ukraina, setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengizinkan operasi militer di Ukraina timur, di Medyka, Polandia, 24 Februari 2022. Foto: REUTERS/Kacper Pempel

Alexander Bazhanov, 34, seorang manajer teknis dari Mariupol berjalan di perbatasan antara Polandia dan Ukraina, setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengizinkan operasi militer di Ukraina timur, di Medyka, Polandia, 24 Februari 2022. Foto: REUTERS/Kacper Pempel

LAMPUNGCORNER.COM, Ukraina merdeka pada 1991, setelah melepaskan diri dari Uni Soviet. Sejak saat itu, Rusia disebut tak henti-henti melakukan propaganda untuk menghancurkan kemerdekaan Ukraina.

Hal tersebut disampaikan oleh Duta Besar Ukraina di Indonesia Vasyl Hamianin, usai negari Beruang Merah melakukan invasi berskala penuh ke negaranya.

“Sejak 30 tahun yang lalu, propaganda Rusia tidak pernah berhenti, satu hari pun, merusak Kemerdekaan Ukraina, merusak hak kami untuk bebas dan untuk memutuskan nasib kami dan memutuskan masa depan kami,” kata Vasyl dalam konferensi pers, Kamis (24/2).

Vasyl mengatakan, propaganda yang Rusia salah satunya dilakukan dengan media. Dia mengeklaim, Rusia menyebarkan kebohongan-kebohongan dalam propagandanya.

Baca Juga :  Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama

Dia mengingatkan kepada dunia, termasuk Indonesia, untuk berhati-hati mencerna informasi terkait Rusia.

“Karena propaganda Rusia memiliki pengalaman 70 tahun yang sangat baik dari Rezim Komunis di Uni Soviet untuk melakukan hal ini,” kata dia.

Saat ini, kata Vasyl, propaganda ala Uni Soviet tersebut tengah dilakukan oleh Rusia. Salah satunya yang menyatakan bahwa Rusia tak pernah memiliki niatan untuk menyerang Ukraina. Namun, faktanya tidak demikian dengan invasi yang dimulai hari ini oleh Rusia.

“Sekarang, kita melihat kebenaran karena kebenaran selalu muncul ke permukaan, kita semua melihatnya,” kata dia.

“Sekarang apa yang mereka katakan? Apa yang telah mereka katakan selama bertahun-tahun bahwa Rusia adalah negara yang damai, Rusia tidak pernah menyerang siapa pun dan segala sesuatu yang terjadi di dunia seperti di sekitar Rusia tidak ada hubungannya dengan politik kebijakan agresif Rusia,” sambung dia.

Baca Juga :  Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

Vasyl membeberkan fakta bahwa setidaknya ada agresi yang pernah dilakukan oleh Rusia di sejumlah tempat. Seperti kepada Georgia pada 2008 lalu. Lalu di Ukraina, saat mencaplok wilayah Crimea pada 2014 berujung pada ketegangan di wilayah Donbass (Luhansk dan Donetsk).

“Selama delapan tahun terakhir perang tidak pernah berhenti sehari pun. Setiap hari pertempuran, pengeboman, dan pembunuhan,” kata Vasyl.

 

Red

Berita Terkait

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama
Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin
Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama
Menang Adu Pinalti, Argentina Juarai Piala Dunia 2022
Momen Haru Ridwan Kamil Dipeluk Warga Bern yang Selamatkan Adik Eril dari Arus Sungai Aare
Pencarian Anak Ridwan Kamil di Sungai Aare Terkendala Air Keruh, Ini Penjelasan Polisi Swiss
Berita ini 379 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:48 WIB

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Rabu, 2 September 2026 - 18:29 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama

Rabu, 2 September 2026 - 08:53 WIB

Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin

Minggu, 30 November 2025 - 18:42 WIB

Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama

Senin, 19 Desember 2022 - 08:46 WIB

Menang Adu Pinalti, Argentina Juarai Piala Dunia 2022

Berita Terbaru