LAMPUNGCORNER.COM, Ukraina merdeka pada 1991, setelah melepaskan diri dari Uni Soviet. Sejak saat itu, Rusia disebut tak henti-henti melakukan propaganda untuk menghancurkan kemerdekaan Ukraina.
Hal tersebut disampaikan oleh Duta Besar Ukraina di Indonesia Vasyl Hamianin, usai negari Beruang Merah melakukan invasi berskala penuh ke negaranya.
“Sejak 30 tahun yang lalu, propaganda Rusia tidak pernah berhenti, satu hari pun, merusak Kemerdekaan Ukraina, merusak hak kami untuk bebas dan untuk memutuskan nasib kami dan memutuskan masa depan kami,” kata Vasyl dalam konferensi pers, Kamis (24/2).
Vasyl mengatakan, propaganda yang Rusia salah satunya dilakukan dengan media. Dia mengeklaim, Rusia menyebarkan kebohongan-kebohongan dalam propagandanya.
Dia mengingatkan kepada dunia, termasuk Indonesia, untuk berhati-hati mencerna informasi terkait Rusia.
“Karena propaganda Rusia memiliki pengalaman 70 tahun yang sangat baik dari Rezim Komunis di Uni Soviet untuk melakukan hal ini,” kata dia.
Saat ini, kata Vasyl, propaganda ala Uni Soviet tersebut tengah dilakukan oleh Rusia. Salah satunya yang menyatakan bahwa Rusia tak pernah memiliki niatan untuk menyerang Ukraina. Namun, faktanya tidak demikian dengan invasi yang dimulai hari ini oleh Rusia.
“Sekarang, kita melihat kebenaran karena kebenaran selalu muncul ke permukaan, kita semua melihatnya,” kata dia.
“Sekarang apa yang mereka katakan? Apa yang telah mereka katakan selama bertahun-tahun bahwa Rusia adalah negara yang damai, Rusia tidak pernah menyerang siapa pun dan segala sesuatu yang terjadi di dunia seperti di sekitar Rusia tidak ada hubungannya dengan politik kebijakan agresif Rusia,” sambung dia.
Vasyl membeberkan fakta bahwa setidaknya ada agresi yang pernah dilakukan oleh Rusia di sejumlah tempat. Seperti kepada Georgia pada 2008 lalu. Lalu di Ukraina, saat mencaplok wilayah Crimea pada 2014 berujung pada ketegangan di wilayah Donbass (Luhansk dan Donetsk).
“Selama delapan tahun terakhir perang tidak pernah berhenti sehari pun. Setiap hari pertempuran, pengeboman, dan pembunuhan,” kata Vasyl.
Red















