Peneliti Temukan Ikan Spesies Baru Berwarna Pelangi di Laut Maladewa  

- Jurnalis

Jumat, 18 Maret 2022 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikan spesies baru yang diberi nama peri berkerudung mawar berjenis kelamin jantan. Foto: California Academy of Sciences/Yi-Kai Tea

Ikan spesies baru yang diberi nama peri berkerudung mawar berjenis kelamin jantan. Foto: California Academy of Sciences/Yi-Kai Tea

LAMPUNGCORNER.COM, Para peneliti berhasil menemukan ikan spesies baru berwarna pelangi di laut Maladewa. Ikan itu ditemukan bersembunyi di antara terumbu karang yang dikenal sebagai twilight reefs.

Ikan yang diberi nama peri berkerudung mawar (Cirrhilabrus finifenmaa) mirip dengan ikan ikan peri beludru merah (Cirrhilabrus rubrisquamis) yang ditemukan di seberang Samudra Hindia bagian barat.

Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) keduanya sama-sama hidup di terumbu karang mesofotik yang tumbuh jauh lebih dalam ketimbang terumbu karang tropis pada umumnya, antara 30 hingga 149 meter di bawah permukaan laut.

Para ilmuwan sebenarnya telah mengumpulkan spesimen C. finifenmaa pada tahun 1990-an, tetapi karena ikan ini mirip dengan C. rubrisquamis membuat peneliti tidak sadar kalau peri berkerudung mawar adalah spesies yang berbeda.

Dam baru-baru ini, setelah menyadari kekeliruan tersebut sekelompok peneliti lain kembali mengumpulkan spesimen C. finifenmaa dari terumbu karang di sekitar Maladewa. Ketika mereka membandingkan C. finifenmaa dengan C. rubrisquamis mereka menemukan bahwa ikan C. finifenmaa betina sangat mirip dengan C. rubrisquamis.

Tapi yang jantan berbeda, di mana C. finifenmaa jantan menampilkan lebih banyak warna oranye dan kuning pada sisiknya. Para peneliti juga menemukan bahwa C. finifenmaa memiliki jumlah sisik yang berbeda di daerah tubuh tertentu serta duri di punggung yang lebih panjang daripada C. rubrisquamis.

Analisis DNA menegaskan bahwa kedua spesies ini secara genetik berbeda. Selain itu, studi juga mengungkapkan bahwa C. finifenmaa memiliki jangkauan geologis yang jauh lebih kecil ketimbang C. rubrisquamis.

Apa yang sebelumnya kami pikir adalah satu spesies ikan yang tersebar luas sebenarnya adalah dua spesies berbeda, masing-masing dengan potensi penyebaran yang jauh lebih terbatas,”

Baca Juga :  Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin

Yi-Kai Tea, penulis utama studi dan mahasiswa doktoral di University of Sydney di Australia –

Adapun nama finifenmaa punya arti mawar dalam bahasa Dhivehi Maladewa, merujuk pada warna pink dan merah pada tubuh ikan serta sebagai cerminan bunga nasional Maladewa. Ini pertama kalinya peneliti Maladewa memilih nama ilmiah spesies ikan lokal, padahal pulau itu menjadi rumah bagi sekitar 1.100 spesies ikan.

Baca Juga :  Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama

“Selalu ilmuwan asing yang mendeskripsikan spesies yang ditemukan di Maladewa, tanpa banyak keterlibatan dari ilmuwan lokal,” kata Ahmed Najeeb, seorang ahli biologi di Institut Penelitian Kelautan Maladewa.

Sayangnya, menurut peneliti populasi C. finifenmaa Maladewa kemungkinan tengah mengalami penurunan populasi. C. rubrisquamis diketahui telah lama menjadi target nelayan lokal untuk dijual sebagai ikan hias di akuarium, di mana menurut United Nations Environment Programme, penjualan ikan ini mencapai 330 juta dolar setiap tahunnya.

“Meskipun spesiesnya cukup melimpah, tapi ikan ini berisiko tinggi untuk dieksploitasi secara berlebihan, dan mengkhawatirkan ketika ikan sudah dikomersialkan bahkan sebelum memiliki nama ilmiah,” ujar Luiz Rocha, rekan penulis studi yang merupakan kurator ichthyology di California Academy of Sciences, San Francisco.

 

Red

Berita Terkait

Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama
Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin
Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama
Menang Adu Pinalti, Argentina Juarai Piala Dunia 2022
Momen Haru Ridwan Kamil Dipeluk Warga Bern yang Selamatkan Adik Eril dari Arus Sungai Aare
Pencarian Anak Ridwan Kamil di Sungai Aare Terkendala Air Keruh, Ini Penjelasan Polisi Swiss
Dubes Rusia di Polandia Diserang hingga Mukanya Berlumur Mirip Darah, Ini Kata Pengamat
Harga Pangan Meroket, Warga Yaman Sulit Makan saat Buka Puasa
Berita ini 188 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 18:29 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama

Rabu, 2 September 2026 - 08:53 WIB

Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin

Minggu, 30 November 2025 - 18:42 WIB

Gubernur Mirza Bersama Sekdaprov Marindo Tinjau Langsung Pelayanan Jemaah Ijtima Ulama

Senin, 19 Desember 2022 - 08:46 WIB

Menang Adu Pinalti, Argentina Juarai Piala Dunia 2022

Selasa, 31 Mei 2022 - 17:23 WIB

Momen Haru Ridwan Kamil Dipeluk Warga Bern yang Selamatkan Adik Eril dari Arus Sungai Aare

Berita Terbaru

Pertemuan PWI dengan Dewan Pers di Jakarta, Rabu (2/9/2026). Foto: Istimewa

NASIONAL

HPN 2027 di Lampung: Sejarah Dijaga, Kolaborasi Dibuka

Rabu, 2 Sep 2026 - 20:22 WIB

BANDAR LAMPUNG

Bank Lampung Siap Kolaborasi Sukseskan HPN dan Porwanas 2027

Rabu, 2 Sep 2026 - 17:08 WIB