LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Polresta Bandarlampung dibuat kerja ekstra untuk mengamankan kota ini dari maraknya tawuran antar kelompok yang didominasi pelajar.
Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Dennis Arya Putra mengatakan, dari hasil penyelidikan anggotanya, teridentifikasi tawuran antara kelompok ini terjadi dimulai dari tantangan yang dilayangkan melalui media sosial. Yakni, Instagram.
Menurutnya, dengan fitur siaran langsung yang ada di Instagram, antar kelompok saling menantang untuk tawuran. Karenanya, saat ini, pihaknya terus memantau media sosial sebagai antisipasi tidak terjadi bentrok antar kelompok tersebut.
Dennis juga menjelaskan, kasus tawuran di Kota Bandarlampung ini sudah menjadi atensi Kapolda Lampung Irjen Akhmad Wiyagus. Karenanya, pihaknya akan melakukan tindakan tegas dan terukur bagi para pelaku yang terlibat tawuran.
Selain itu, pihaknya juga akan selalu melaksanakan patroli gabungan tim Tekab 308 dan Tim Walet Satsabhara,
”Bapak Kapolresta juga sudah meminta stakeholders di antaranya Dinas Pendidikan untuk sama-sama mengawasi dan memberikan efek jera kepada anak-anak yang terlibat tawuran,” ujarnya kepada Rilisid Lampung, Selasa (5/7/2022).
Pihaknya juga mengimbau masyarakat ikut membantu mengawasi dengan cepat menyampaikan informasi kepada polisi ketika melihat adanya tawuran. Caranya dengan menghubungi layanan 110 atau melalui media sosial milik Polresta Bandaralmpung.
Ia juga meminta peran orang tua untuk ikut mengawasi anak-anaknya. Sebab, banyak yang terjaring dalam tawuran usianya masih di bawah umur.
”Orang tua mestinya bertanya kepada anaknya yang izin ke luar malam, sehingga kegiatan anak kita bisa terpantau,” imbaunya.
Dennis memastikan, bagi yang terbukti terlibat tawuran hingga menimbulkan korban, pihaknya tetap memprosesnya. Dengan menerapkan berbagai pasal. Di antaranya Pasal 170 dan 351. Selanjutnya Undang-Undang Darurat No.12/1951 bagi yang kedapatan membawa senjata tajam.
”Bagi yang tidak kedapatan membawa senjata tajam, tetap diamankan. Dan jika tidak cukup bukti, dikembalikan ke rumahnya. Namun, tetap dicatat sehingga terdeteksi saat mereka membuat SKCK,” pungkasnya.(*)















