Indonesia Perkuat Sistem Imigrasi, Hendarsam Paparkan Tiga Pilar Strategis di Forum ASEAN

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kamboja — Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko memaparkan strategi Indonesia dalam memperkuat sistem keimigrasian nasional pada forum DGICM ASEAN 2026 di Kamboja.

Dalam forum tersebut, Hendarsam menyampaikan tiga pilar utama yang menjadi fondasi penguatan sistem keimigrasian Indonesia, yakni pemeriksaan perbatasan, pengawasan warga negara asing, dan integrasi layanan digital.

Menurut Hendarsam, ketiga pilar itu menjadi elemen penting dalam mencegah sekaligus mendeteksi potensi pelanggaran keimigrasian maupun kejahatan lintas negara.

“Penguatan pemeriksaan perbatasan, pengawasan WNA, serta integrasi layanan digital menjadi tiga pilar yang menopang sistem keimigrasian Indonesia. Didukung kolaborasi lintas instansi, kami mampu mendeteksi dini pelanggaran keimigrasian dan kejahatan transnasional, baik sebelum, saat, maupun setelah pemeriksaan dilakukan,” ujarnya.

Baca Juga :  Poltekimipas 2026 Buka Formasi Khusus Putra-Putri Papua

Ia menjelaskan, penguatan pemeriksaan perbatasan dilakukan melalui optimalisasi Passengers Analysis Unit (PAU) di Tempat Pemeriksaan Imigrasi dan Immigration Traffic Monitoring Center (ITMC) di tingkat pusat.

Hendarsam juga menyoroti Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) yang telah terhubung dengan sistem Polri. Aplikasi tersebut dinilai efektif membantu pengungkapan kasus penipuan investasi daring di Batam yang melibatkan 210 WNA.

Selain membahas keamanan kawasan, Indonesia juga mengusulkan sistem undian untuk penerbitan Working Holiday Visa (WHV) bagi WNI dalam pertemuan bilateral dengan Australia.

Baca Juga :  Merajut Transparansi, Menghadirkan Solusi, Satu Tahun Kepemimpinan Olpin Putra di BPKAD Pringsewu

“Kami mengusulkan agar prosedur penerbitan Working Holiday Visa untuk WNI dapat dikelola melalui sistem undian yang menjamin aspek keadilan, transparansi, serta efisiensi dalam pengelolaan kuota pendaftar,” kata Hendarsam.

Indonesia saat ini juga dipercaya sebagai Lead Shepherd penanganan people smuggling di ASEAN.

“Melalui mandat Indonesia sebagai Lead Shepherd penanganan penyelundupan manusia, kami mendorong komitmen nyata seluruh anggota ASEAN untuk memperkuat pertukaran informasi intelijen dan penyelarasan teknologi demi mewujudkan kawasan yang lebih aman dan tangguh,” ujarnya.

Berita Terkait

General Manager ASDP Bakauheni: HPN dan Porwanas 2027 Jadi Sejarah bagi PWI Lampung
Tubaba Gandeng Tangsel Replikasi SISGITA
SPAK Imigrasi Kalianda 98,45, Kakanim: Kepercayaan Masyarakat Harus Dijaga
Nilai Kepuasan 98,06, Imigrasi Kalianda Tak Mau Cepat Berpuas Diri
Pekerja Informal di Trans Tanjungan Didorong Ikut BPJS Ketenagakerjaan
Alfan Rois Apresiasi Satu Tahun Kepemimpinan Nanda-Anton, Dorong Percepatan Program Masyarakat
Launching Tim Bhayangkara Lampung Gratis, 4.000 Jersey Dibagikan
Pendamping Sosial Apresiasi dan Dukung GERCEP Kecamatan Tegineneng
Berita ini 40 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 21:15 WIB

General Manager ASDP Bakauheni: HPN dan Porwanas 2027 Jadi Sejarah bagi PWI Lampung

Senin, 21 September 2026 - 20:55 WIB

Tubaba Gandeng Tangsel Replikasi SISGITA

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

SPAK Imigrasi Kalianda 98,45, Kakanim: Kepercayaan Masyarakat Harus Dijaga

Jumat, 4 September 2026 - 09:59 WIB

Nilai Kepuasan 98,06, Imigrasi Kalianda Tak Mau Cepat Berpuas Diri

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Pekerja Informal di Trans Tanjungan Didorong Ikut BPJS Ketenagakerjaan

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Lampung Rebut Juara 1 Newsroom Timnas

Kamis, 1 Okt 2026 - 21:57 WIB

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung Fraksi Partai Gerindra, Asroni Paslah.

BANDAR LAMPUNG

Pancasila Jangan Berhenti di Dinding Kantor

Kamis, 1 Okt 2026 - 15:26 WIB