LAMPUNGCORNER.COM Pringsewu – Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Pringsewu Sudiyono dari Fraksi Partai Gerindra, reses di Pekon Bumiarum dusun Bumiarum 3 Rt 04, Sabtu (10/12/22).
Politisi besutan Prabowo Subianto dan DPD Partai Gerindra Lampung ini menyerap aspirasi dari warga masyarakat Pekon Bumiarum yang selama ini belum bisa terealisasi oleh program pembangunan pemerintah setempat, terlebih pada pembangunan infrastruktur jalan, jembatan penghubung, permasalahan stanting dan wasting pada anak, serta penyuluhan pada bidang kesehatan, peternakan dan perkebunan.
Kegiatan dihadiri 100 orang lebih, diantaranya Aparatur Pekon, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, ibu-ibu KWT dan warga masyarakat sekitar. Antusias ditunjukkan oleh peserta reses, dengan banyaknya harapan dan keinginan yang disampaikan pada sesi tanya jawab.
Sudiyono dalam sambutannya mengatakan, agenda reses ini bertujuan untuk menampung aspirasi, keinginan dan harapan masyarakat. Selain itu juga sebagai bentuk pengawasan terhadap program kerja pemerintah, apakah sudah tepat sasaran sesuai harapan rakyat.
“Aspirasi yang tertampung dalam reses ini akan dibahas pada saat rapat di DPR, yang kemudian akan kami sampaikan kepada pemerintah Kabupaten Pringsewu sebagai masukan dalam menyusun program kerja kedepan agar lebih tepat sasaran,” ucapnya.
Ditambahkan Sudiyono, harus ada peran aktif masyarakat dalam pembangunan didaerah, tentunya dengan cara mengakomodir dan menginventarisir permasalahan yang ada, untuk disampaikan kepada pemerintah.
“Jika ada permasalahan sampaikan, sehingga kami sebagai wakil rakyat dapat memfasilitasi dan memperjuangkan apa yang menjadi keinginan masyarakat. Bisa juga aspirasi disampaikan lewat Musrenbang Pekon,” ujarnya.
Dwinarto, Kasi Kesra Pekon Bumiarum mengatakan dengan adanya reses sebagai sarana komunikasi antara konstituen dan legislatif, tentunya sangat kami harapkan. Bukan hanya dari satu anggota dewan saja, tapi delapan anggota dewan yang berada di dapil 1 dapat melakukan hal yang sama.
“Mereka dipilih oleh rakyat, tentunya sebagai wakil rakyat harus dekat dan memperjuangkan apa yang menjadi keinginan dan harapan rakyat,” katanya.
Lanjut Dwinarto, titik tekan permasalahan dan harapan masyarakat bumiarum adalah adanya perbaikan sarana dan prasarana jalan milik pemerintah kabupaten, penanganan wasting dan stanting, adanya penerangan lampu jalan, pelatihan dibidang peternakan serta peningkatan ekonomi masyarakat oleh para narasumber profesional.
“Pembangunan jalan di Pekon Bumiarum terakhir ada pada tahun 1982. Kami bukan desa tertinggal, tapi kami merasa ditinggalkan,” jelasnya.
Untuk diketahui, penderita stanting di Bumiarum mengalami kenaikan, dan menjadi lokus stanting di tahun 2023. Begitu juga dengan Pekon Bumiayu, Podosari dan Podomoro mengalami kenaikan.
Terkait permasalahan tersebut, Noni warga RW 3 Pekon Bumiarum mengatakan, yang harus jadi perhatian kita bersama justru adalah wasting, yaitu keadaan yang mendekati stunting. Salah satu penanggulangannya dengan meningkatkan perbaikan gizi dan penyuluhan tentang pola asuh anak. “Kami butuh keseriusan pemerintah terkait wasting dan stanting, serta adanya narasumber profesional yang bisa dihadirkan,” harapnya.
Senada dengan itu, Sulastri salah satu pengurus KWT di Pekon tersebut menambahkan untuk jumlah anak wasting ada 2 dan stanting ada 21 anak. “Yang buat miris adalah penderita wasting dan stanting 99% adalah anak dari warga yang mendapatkan bantuan pemerintah berupa BPNT dan PKH, totalnya mendekati 400 orang,” tuturnya.
Menanggapi permasalahan tersebut, Sudiyono berjanji akan membawa aspirasi ini kepada pemerintah sebagai bahan evaluasi sekaligus penyusunan program kerja pemerintah skala prioritas. “Akan saya sampaikan hasil reses ini kepada pemerintah, supaya melalui program kerja dinas-dinas terkait dapat menyelesaikan permasalahan yang ada,” ucapnya.
Ditambahkan lagi, diharapkan melalui Anggaran Dana Desa (ADD) dapat diprioritaskan untuk pembuatan talut dan badan jalan terlebih dahulu, sehingga pemerintah melalui dinas PUPR dapat memprioritaskan pembangunan jalannya.
“Dengan adanya talut sebagi penguat jalan, dimungkinkan akan menjadi program prioritas untuk disetujui oleh pemerintah,” pungkasnya.
(Wahyu)

Jurnalis Lampungcorner.com Kabupaten Pringsewu









