Inspektur Lampung: Deny Rolind Ngaku Hanya Pukul 3 Alumni IPDN

- Jurnalis

Selasa, 15 Agustus 2023 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inspektur Provinsi Lampung, Fredy usai hearing bersama Komisi I DPRD Lampung, Selasa (15/8/2023). Foto : Tampan

Inspektur Provinsi Lampung, Fredy usai hearing bersama Komisi I DPRD Lampung, Selasa (15/8/2023). Foto : Tampan

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Inspektorat Lampung telah memeriksa 10 orang terkait kasus penganiayaan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung. Ke-10 orang itu terdiri dari 6 orang ASN dan 4 orang alumni IPDN yang menjadi korban.

“Sampai sekarang totalnya 10 orang, melanjutkan pemeriksaan sebelumnya. Jadi ada tambahan 4 orang,” kata Inspektur Provinsi Lampung, Fredy usai hearing bersama Komisi I DPRD Lampung, Selasa (15/8/2023).

Sementara untuk korban bernama Farhan yang melapor ke Polresta Bandarlampung sampai saat ini belum diperiksa Inspektorat. Alasannya masih menunggu Kesehatan Farhan pulih.

Baca Juga :  DPRD Lampung Sambut Baik Aksi Mahasiswa, Siap Kawal Enam Tuntutan Pendidikan

Dari pemeriksaan yang sudah berjalan, kata Fredy baru Kabid Mutasi BKD, Deny Rolind Zabara yang mengakui telah melakukan pemukulan. Sementara ASN lainnya belum mengaku.

“Dia sudah mengakui tapi belum bisa disimpulkan kalau dia pemukul tunggal. Kalau nantinya ada lagi yang mengakui tentu kita tindaklanjuti,” jelasnya.

Namun dari pengakuan Deny kepada Inspektorat, ia menyebut tidak menutup mata para alumni IPDN saat melakukan pemukulan. Sementara jumlah alumni IPDN yang jadi korban, Deny juga membantah ada 5 orang, tapi hanya 3 orang.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Mutasi Eselon II, Mulai Kepala Bapenda dan PMD Ikut Terolling

“Kalau dia ngakunya cuma tiga orang, salah satunya ada yang masuk rumah sakit. Dia juga mengaku tidak menutup mata, tapi itu juga akan kita kroscek,” kata Fredy.

Menurut Fredy pemeriksaan di Inspektorat tetap disesuaikan dengan pemeriksaan di Polresta Bandarlampung agar tidak ada tabrakan jadwal.

“Kalau misalnya polisi sedang memanggil seseorang, berarti untuk pemeriksaan di kita ditunda dulu. Jadi diselaraskan,” tutupnya. (*)

Red

Berita Terkait

Kejuaraan Cabang ORADO Kabupaten Pesawaran Sukses Digelar, Bidik Atlet Berkualitas dan Profesional
HUT Lampung ke-62, Pemprov Optimalkan Layanan RSUD Bandar Negara Husada
Soliditas BPD HIPMI Lampung Gelar Rapat Besar Pengurus Lengkap, Menuju Kontestasi Munas BPP ke-18
Pemprov Lampung Matangkan Kesiapan Jadi Tuan Rumah PON XXIII Tahun 2032
Gubernur Mirza Hadiri Halalbihalal Iwapi Lampung, Dorong Penguatan Peran Pengusaha Perempuan
Pemprov Lampung Perlebar Ruas Jalan R.E. Mardinata-Padang Cermin Jadi 11 Meter
Polda Lampung Hadir Pulihkan Trauma Warga Way Halim Pasca Banjir
Pasca Terkepung Banjir, Warga Keluhkan Bantuan Pemkot Bandar Lampung
Berita ini 303 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 23:20 WIB

Kejuaraan Cabang ORADO Kabupaten Pesawaran Sukses Digelar, Bidik Atlet Berkualitas dan Profesional

Kamis, 16 April 2026 - 21:34 WIB

HUT Lampung ke-62, Pemprov Optimalkan Layanan RSUD Bandar Negara Husada

Kamis, 16 April 2026 - 21:01 WIB

Soliditas BPD HIPMI Lampung Gelar Rapat Besar Pengurus Lengkap, Menuju Kontestasi Munas BPP ke-18

Kamis, 16 April 2026 - 14:36 WIB

Pemprov Lampung Matangkan Kesiapan Jadi Tuan Rumah PON XXIII Tahun 2032

Rabu, 15 April 2026 - 21:11 WIB

Gubernur Mirza Hadiri Halalbihalal Iwapi Lampung, Dorong Penguatan Peran Pengusaha Perempuan

Berita Terbaru