Lampungcorner.com, Tulang Bawang – Ratusan hektar sawah di Kecamatan Rawajitu Selatan, Tulang Bawang terancam gagal panen, akibat dari musim kemarau. Kecamatan Rawajitu Selatan merupakan lumbung padi bagi Kabupaten Tulang Bawang.
Musim kemarau menyebabkan Irigasi primer muara Sungai Tulang bawang dan Muara Sungai Mesuji yang mengalir di Kampung, Gedung Meneng Baru, Hargo Mulyo, Hargo Rejo, Medan Sari Kering dan dangkal. Ini jelas berdampak terhadap area persawahan di empat kampung tersebut.
“Sudah hampir tiga bulan sawah di sini pada mengering, hal ini berpotensi mengalami gagal panen akibat kekeringan yang melanda,”kata Amin, warga Kampung Hargo Rejo, rawa jitu selatan Kabupaten Tulang Bawang. Senin (4/9).
Amin, mengatakan, sekarang debit air terus menyusut, sehingga sudah tidak cukup untuk mengairi area persawahan petani di 4 (empat) kampung kecamatan rawa jitu selatan, hal ini akibat musim kemarau yang panjang di tambah lagi pendangkalan saluran irigasi Primer.
“Airnya semakin hari semakin surut, sehingga berdampak pada penyaluran suplai air di persawahan warga sehingga tidak optimimal. akibatnya ratusan hektar sawah di empat kampung Kecamatan Rawa jitu selatan terancam gagal panen,”ujar Amin.
Sementara itu, Kepala Kampung Hargo Rejo Hairul Anam, mengatakan, bencana kekeringan yang melanda para petani di empat kampung itu bukan baru pertama terjadi. Kekeringan itu selalu melanda persawahan dari tahun ke tahun disebabkan kurangnya debit air karena pendangkalan Kanal Primer di tambah kemarau panjang.
“Saat ini untuk luas lahan arial persawahan di empat kampung tersebut kurang lebih perkampung 1200 hektar di kalikan empat kampung jadi kurang lebih 4600 hektar lahan persawahan yang terancam kekeringan,”katanya.
Hairul, berharap kepada Pemerintah Kabupaten Tulang bawang melalui Dinas PU agar dapat meninjau kondisi di lapangan, sehingga dapat mengambil langkah- langkah normalisasi saluran irigasi Primer.
“Bila kondisi ini terus di biarkan maka sudah pasti kami para petani selalu merugi akibat gagal panen, karena para petani pun sudah pasrah untuk menanggulangi bencana kekeringan, di tambah pada saat musim penghujan air akan naik dan meluap hingga ke badan jalan dan pemukiman warga,”tegas Hairul Anam (*).
















