LAMPUNGCORNER.COM, Tulangbawang — Mencoba mengambil tabung galon air mineral yang tenggelam, Heri Purnomo (49), tenggelam di embung perkebunan tebu PT. Sweet Indo Lampung (SIL) di Kecamatan Gedungmeneng, Tulangbawang. Hingga Minggu (24/09/2023) malam, proses pencarian masih terus dilakukan.
Awal peristiwa tersebut bermula dari kecelakaan truk yang menggangkut galon air mineral terbalik di Km 19, Kampung Gedungmeneng, Kecamatan Gedungmeneng, pada Sabtu (23/09/2023) sore sekitar Pukul 16.00 WIB.
Kemudian, dua awak truk yakni Heri Purnomo (korban) dan rekannya Asep (23) yang merupakan warga Housing II, PT. SIL, berusaha mengumpulkan tabung galon yang tumpah berserak akibat truknya terbalik.
Puluhan dari tabung galon berhasil dikumpulkan. Namun beberapa lainnya tenggelam di embung dekat truk terbalik tersebut.
Lalu, korban yang merupakan karyawan PT. SIL bagian Mill Boiler, mencoba mengambil tabung galon yang tenggelam dalam embung. Ia nekat menyelam berusaha mengangkat tabung yang ada di dasar embung.
“Penyelaman pertama korban berhasil mengangkat 3 (tiga) tabung galon. Lalu membawa keluar embung. Lalu korban menyelam lagi untuk kedua kalinya, dari situ tidak muncul-muncul,” kata Asep, saksi peristiwa tersebut yang juga rekan korban satu pekerjaan.
Menyadari korban tidak muncul-muncul, Asep panik dan khawatir keselamatan rekannya itu, akhirnya nekat juga menyelam ke dalam embung, untuk mencari korban. Namun saat dicoba menyelam, ia tidak berhasil menjangkau atau menemukan korban.
Akhirnya Asep, sekitar Pukul 17.00 WIB, mencari bantuan pertolongan ke pabrik penggilingan tebu yang dekat dengan lokasi.
Dari pabrik, beberapa orang mencoba menyelam dan mecari korban. Bahkan perusahaan menurunkan satu unit mesin pompa air (waterpump) untuk mengurangi debit air di dalam embung tersebut untuk mempermudah proses pencarian korban.
Bahkan perusahaan menghubungi Tim Basarnas Kabupaten Tulangbawang yang menurunkan satu regu (9 personel) untuk melakukan pencarian dengan tim penyelaman perusahaan.
Kemudian Tim Basarnas Tuba dan tim dari perusahaan menerjunkan tim selam dengan dibantu alat detector hingga kedalaman air 6 (enam) meter. Namun belum juga ada tanda-tanda jejak atau penanda keberadaan korban.
Tim Basarnas Tulangbawang, Santosa mengatakan pihaknya sudah berupaya melakukan pencarian bahkan dengan alat detector namun korban belum juga ditemukan.
“Ya, tim selam kita sudah turun, pakai alat detector, namun belum ada tanda-tanda keberadaan korban. Ini kita dibantu waterpump untuk menguras atau mengurangi debit air pada embung, mudah-mudahan akan membantu proses pencarian ini,” katanya.
Hingga Pukuil 20.00 WIB, proses pencarian korban terus dilakukan dengan pengurasan dan penyedotan air terus dilakukan. Bahkan jalan poros Indolampung dialihkan sementara karena dilakukan pemutusan badan jalan untuk proses penyedotan air embung. (*)
Red















