Fraksi DPRD Lampung Soroti Kebijakan Pemprov

- Jurnalis

Kamis, 9 November 2023 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung menggelar rapat paripurna pemandangan umum fraksi terhadap rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2024 di Gedung DPRD setempat, Kamis (9/11/2023).

Fraksi PDI Perjuangan (F-PDIP) menyoroti kebijakan Gubernur Lampung terhadap agenda reformasi birokrasi yang tidak berjalan sesuai visi dan misi.

Padahal menurut F-PDIP, reformasi birokrasi merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah tahun 2024 dengan total anggaran belanja Rp2,214 triliun.

”(Reformasi birokrasi) Hendaknya benar-benar dioptimalkan karena faktanya hari ini gubernur tidak peduli dengan agenda reformasi birokrasi di tubuh Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Lampung,” ujar juru bicara F-PDIP DPRD Lampung Ketut Rameo.

Dia mengungkapkan hal ini berdampak terhadap capaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sakip) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) , di mana Lampung baru mencapai kategori B dengan nilai 67,11 pada tahun 2022.

”Berbagai praktik buruk tata kelola pemerintahan, khususnya manajemen pembangunan fisik atau belanja modal pembangunan sehingga berkali kali menjadi temuan BPK,” ucapnya.

“Memperhatikan situasi dan kondisi yang kami sampaikan sebelumnya, diharapkan pengelolaan penganggaran pembangunan melalui APBD 2024 benar-benar terkonsentrasi dan memastikan bahwa hasil-hasilnya berkaitan langsung tema pembangunan yakni pemantapan transformasi ekonomi dan kualitas sumber daya manusia menuju rakyat Lampung berjaya dengan enam jalur prioritas,” sambung Ketut.

Sehingga menurutnya, pendapatan Lampung pada tahun anggaran selanjutnya dapat meningkat.

“Kami dari Fraksi Partai Demokrat mendukung penuh adanya skenario untuk mengantisipasi terjadinya dinamika yang terjadi, baik dari segi pendapatan asli daerah (PAD) maupun kebijakan pajak lainnya,” kata juru bicara Fraksi Partai Demokrat DPRD Lampung Hanifal.

Sementara itu, juru bicara Fraksi Partai NasDem Garinca Reza Pahlevi mengharapkan APBD 2024 menjadi mata rantai dari tahun sebelumnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, infrastruktur yang ramah lingkungan, serta birokrasi yang melayani harus menjadi prioritas.

“Sehingga program dapat terus berkelanjutan dan terkoordinasi sesama organisasi perangkat daerah (OPD), maka akan memberikan dampak yang jelas terhadap berhasil atau tidaknya program pemerintah, bukan justru mengedepankan ego sektoral masing-masing,” ujarnya. (Advertorial)

 

Berita Terkait

Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD
Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II
Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan, APJII Lampung Sasar Sejumlah Ruas Jalan
Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung
Inspektorat Lampung Awasi 17 OPD Tubaba
Pemkab Tubaba Perkuat Digitalisasi Daerah dan Pengendalian Inflasi
Tekan Inflasi, Pemkab Tubaba Gelar Operasi Pasar Murah di Panaragan Jaya
Jelang Pensiun, Pemkab Tubaba Bekali ASN dengan Keterampilan Wirausaha
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 20:50 WIB

Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD

Jumat, 25 September 2026 - 21:49 WIB

Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan, APJII Lampung Sasar Sejumlah Ruas Jalan

Jumat, 25 September 2026 - 10:31 WIB

Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung

Jumat, 25 September 2026 - 10:16 WIB

Inspektorat Lampung Awasi 17 OPD Tubaba

Jumat, 25 September 2026 - 09:58 WIB

Pemkab Tubaba Perkuat Digitalisasi Daerah dan Pengendalian Inflasi

Berita Terbaru