LampungCorner.com, PESAWARAN – Perpustakaan Desa Purworejo, yang dikenal dengan nama Purwopedia, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan mewakili Kabupaten Pesawaran dalam ajang Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi Lampung.
Perlombaan yang digelar pada Senin (21/7/2025) ini diikuti oleh 15 peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Lampung, dan secara istimewa dilaksanakan langsung di lokasi Purwopedia, Desa Purworejo, Kecamatan Negeri Katon.
Purwopedia bukan sekadar perpustakaan biasa. Sebelumnya, perpustakaan ini telah menyabet Juara 1 tingkat Kabupaten Pesawaran, mengungguli perpustakaan desa lainnya. Pencapaian ini menjadi dasar terpilihnya Purwopedia untuk melaju ke tingkat provinsi.
Dalam ajang ini, setiap daerah hanya diperkenankan mengirim satu perpustakaan unggulan hasil seleksi di tingkat kabupaten. Bagi daerah yang menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik, proses seleksi dilakukan sesuai mekanisme program. Sementara daerah tanpa DAK melakukan penunjukan berdasarkan hasil evaluasi lapangan.
Penilaian lomba mencakup sejumlah indikator penting, mulai dari kelengkapan koleksi, sarana dan prasarana, mutu layanan, kompetensi pengelola, program literasi, inovasi, hingga dampak nyata terhadap masyarakat.
Pemenang lomba tingkat provinsi nantinya akan mewakili Lampung dalam ajang Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Nasional.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pesawaran, Halimah Zakaria, mengungkapkan bahwa lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bentuk apresiasi atas perjuangan pengelola perpustakaan desa dalam menjaga semangat literasi di tengah keterbatasan.
“Literasi harus terus dirawat agar tidak tenggelam oleh derasnya arus informasi digital yang belum tentu mendidik,” ujar Halimah.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam membimbing generasi muda agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan produktif.
Sementara itu, perwakilan tim penilai dari Provinsi Lampung, Liza Tri Handayani, menyebut perpustakaan desa memiliki peran strategis sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat.
“Perpustakaan yang baik harus mampu merangkul semua kalangan, tanpa batas usia atau status sosial,” ucap Liza.
Ia memuji langkah Purwopedia yang dinilai berhasil menerapkan pendekatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, menjadikannya bukan hanya tempat membaca, tapi juga ruang pemberdayaan komunitas.
Dari sisi lokal, Pj. Kepala Desa Purworejo, Dean Adi Nugroho, menyampaikan bahwa keberhasilan Purwopedia adalah buah dari kolaborasi dan semangat gotong royong antara pemerintah desa, Karang Taruna, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
“Dukungan berbagai pihak menjadi kunci hidupnya Purwopedia sebagai pusat literasi desa,” ujarnya.
Dean menambahkan, Desa Purworejo memang memiliki potensi pendidikan yang kuat, didukung oleh keberadaan pondok pesantren dan satu SMK aktif. Pada tahun 2023, desa ini juga mendapat bantuan dari Perpustakaan Nasional berupa titik baca, koleksi buku, perangkat komputer, dan rak buku yang memperkuat infrastruktur literasi. (*)
Editor: Furkon Ari










