Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) perbaikan ruas jalan Kalirejo-Bangunrejo, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (3/4/2026).
Gubernur Mirza didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Marindo Kurniawan, Kepala Dinas BMBK M Taufiqullah, Kepala Bappeda Anang Risgiyanto, Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri serta Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Muhammad Ghofur beserta Anggota Budi Yuhanda dan Anggota Komisi III Ikhwan Fadil Ibrahim.
Perbaikan jalan sepanjang sekitar 5,5 kilometer ini seharusnya rampung 270 hari kerja atau sampai Desember 2026.
Namun, Gubernur Mirza meminta proyek tersebut dapat rampung lebih cepat, yakni pada 1 September 2026.
Mirza menjelaskan, pekerjaan perbaikan jalan di Lampung Tengah telah mulai berjalan sejak 1 April oleh Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK).
Ia menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah percepatan pembangunan di sejumlah ruas prioritas.
“Insyaallah bulan September seluruh perbaikan sudah selesai. Di wilayah ini ada beberapa ruas seperti Bangunrejo-Kalirejo, Kalirejo-Padang Ratu, hingga Padang Ratu-Pekurun Udik,” ujarnya.
Secara keseluruhan, panjang ruas jalan yang ditangani di kawasan tersebut mencapai sekitar 16 kilometer dan ditargetkan seluruhnya menggunakan konstruksi rigid beton.
Mirza menekankan pentingnya pengawasan ketat dalam setiap tahapan pekerjaan, mulai dari kualitas material, metode kerja, hingga dokumentasi pelaksanaan.
Hal ini untuk memastikan hasil pembangunan sesuai spesifikasi dan memudahkan evaluasi jika terjadi kerusakan di kemudian hari.
“Kita ingin setiap proses terdokumentasi dengan baik, sehingga jika ada masalah bisa diidentifikasi secara detail, baik dari material, pelaksana, maupun perencanaannya,” tegasnya.
Dalam evaluasinya, Mirza mengungkapkan terdapat tiga faktor utama penyebab kerusakan jalan di Lampung, yakni buruknya sistem drainase, kendaraan over dimension over load (ODOL), serta kualitas konstruksi jalan.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov Lampung mendorong perbaikan drainase secara menyeluruh, pengurangan kendaraan ODOL melalui peningkatan nilai tambah komoditas di desa, serta peningkatan kualitas pembangunan jalan.
“Drainase harus berfungsi baik agar air tidak menggenang. ODOL juga kita kurangi dengan pengolahan komoditas di desa. Dan kualitas jalan harus benar-benar dijaga,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengurangan kendaraan ODOL melalui pengolahan komoditas di desa dinilai efektif menekan beban jalan, bahkan mampu mengurangi lalu lintas hingga puluhan ribu kendaraan.
Selain itu, Pemprov Lampung juga melibatkan aparat penegak hukum dan masyarakat dalam pengawasan proyek infrastruktur agar hasilnya berkualitas dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, pada 2026 Pemprov Lampung menargetkan perbaikan 62 ruas jalan di seluruh wilayah, dengan tahap pertama mencakup 29 ruas di 11 kabupaten dan 1 kota yang proses tendernya telah rampung.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung. (*)









