LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Kunjungan kerja Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, ke Bendungan Way Rarem, Selasa (14/4/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara TNI dan pemerintah daerah.
Tak sekadar kunjungan rutin, agenda ini menegaskan komitmen bersama menjaga stabilitas wilayah sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Lampung bagian utara.
Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, menyambut langsung rombongan di kantor Unit Pengelola Bendungan Way Rarem. Ia didampingi Wakil Bupati Romli serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.
Turut hadir Komandan Korem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki dan perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan. Lebih dari itu, keberlanjutan fungsi Bendungan Way Rarem sebagai tulang punggung irigasi dan produksi pangan menjadi sorotan utama.
Pemerintah daerah menilai bendungan ini memiliki peran vital dalam menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
“Sinergi lintas sektor menjadi kunci, baik dalam menjaga ketahanan wilayah maupun memastikan pembangunan berjalan optimal,” tegas Hamartoni.
Sementara itu, Pangdam XXI/Radin Inten menekankan bahwa peran TNI di wilayah tidak hanya sebatas menjaga pertahanan. Keterlibatan aktif dalam percepatan pembangunan juga menjadi bagian dari tugas strategis, termasuk rencana penguatan satuan Brigade Infanteri (Brigif) di sekitar kawasan bendungan.
Langkah ini dinilai mampu memperkuat stabilitas keamanan sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan Abung Pekurun dan sekitarnya.
Tak hanya itu, TNI juga menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam optimalisasi fungsi bendungan, khususnya dalam mendukung sistem pengairan pertanian.
Upaya ini diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas pangan, tidak hanya di Lampung Utara, tetapi juga hingga wilayah Tulang Bawang Barat.
Kunjungan ini mencerminkan pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah, pengelola sumber daya air, dan TNI dalam mengelola infrastruktur strategis.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah krusial untuk memastikan pembangunan berbasis sumber daya air berjalan berkelanjutan.
Ke depan, sinergi ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi berlanjut dalam langkah-langkah nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. (*)










