BANDAR LAMPUNG — Festival Krakatau ke-36 dipastikan tetap digelar pada 25–30 Agustus 2026, meski di tengah keterbatasan anggaran.
Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen mempertahankan agenda tahunan tersebut sebagai upaya mempromosikan potensi daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Tony Ferdiansyah, mengakui penyelenggaraan tahun ini menghadapi tantangan akibat kondisi fiskal yang terbatas.
Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah pemerintah untuk tetap menggelar festival.
“Dengan kondisi anggaran yang sangat terbatas, memang cukup menjadi tantangan. Tapi kami tetap optimistis dan terus berinovasi agar Festival Krakatau bisa berjalan dengan baik,” ujar Tony, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, Festival Krakatau memiliki peran strategis yang lebih luas dari sekadar kegiatan seremonial. Ajang ini menjadi ruang promosi berbagai potensi unggulan Lampung.
“Festival ini bukan hanya seremonial, tetapi momentum penting untuk memperkenalkan Lampung secara menyeluruh, mulai dari budaya, ekonomi kreatif, kuliner, pariwisata, hingga perkembangan daerah,” jelasnya.
Untuk menyiasati keterbatasan anggaran APBD, Pemprov Lampung mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pihak agar pelaksanaan festival tetap optimal.
“Kondisi anggaran memang sangat terbatas dan tidak bisa dipaksakan. Karena itu, kami berupaya membangun kolaborasi agar kegiatan ini tetap berjalan dan memberi manfaat,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi dilakukan dengan menggandeng berbagai elemen, mulai dari asosiasi, perbankan, hingga sponsor.
“Kami sudah menyebarkan proposal, bertemu dengan berbagai elemen masyarakat, asosiasi, perbankan, dan calon sponsor. Alhamdulillah, banyak yang merespons dan turut mendukung,” ujarnya.
Festival Krakatau ke-36 akan menghadirkan beragam kegiatan, di antaranya Krakatau Kuliner Festival, Festival Band, Solo Song, Modern Dance, Krakatau Run, Seruit Battle, Mengan Balak, hingga Lampung Tapis Karnaval.
Tony pun optimistis seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar.
“Kami yakin festival ini bisa terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif bagi Lampung,” tutupnya. (*)














