LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Pemerintah Provinsi Lampung mengajukan pinjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) senilai Rp569 miliar untuk pembiayaan jalan prioritas Lampung.
“Dana pinjaman tersebut dibayar selama 5 tahun,” ujar Gubernur Lampung Arinal Djunaidi usai rapat paripurna pembahasan APBD 2022, Rabu (10/11/2021).
Ia menjelaskan melihat keluhan para pengusaha dan industriawan yang meminta percepatan konektivitas.
“Saya ingin kalau bisa pinjaman dapat diselesaikan satu tahun,” ucap Arinal.
Sementara, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Febrizal Levi Sukmana mengatakan, dari kilometer (km) kondisi kemantapan saat ini baru mencapai 76 persen.
Sedangkan, untuk mendapat kemantapan yang ideal diperlukan dana Rp4 trilun untuk 99 ruas jalan.
“Karena keterbatasan anggaran kita pilih dulu jalan prioritas utama,” ucap Levi.
Ia menjelaskan 25 jalan prioritas itu sesuai arahan gubernur dan wakil gubernur.
Jalan ini diharapkan mampu menumbuhkan perekonomian yaitu merupakan lahan sentra produksi pertanian, distribusi perkebunan, dan peternakan.
Ia menyatakan, sebetulnya pembangunan 25 ruas jalan itu memerlukan biaya sekitar Rp2,1 triliun untuk meningkatkan perekonomian.
Sehingga, lanjut Levi, perlu menyusun rencana dari mana anggaran sebanyak itu. Juga, strategi pembiayaan apakah dari APBD, APBN, atau investasi dan pinjaman.
Nah, pada tahun 2022 pihaknya mengusulkan pinjaman ke SMI dengan bunga rendah.
“Ada 14 ruas utama yang sedang visibilty study (VS) dan Detail Engineering Design (DED), selebihnya nanti akan kita bahas lebih lanjut setelah ketok palu,” tutupnya. (*)
Red









