Wagub Jihan Kunjungi Wamen Perdagangan Dyah Roro Esti, Perkuat Sinergi Tata Niaga Komoditas Unggulan Ubi Kayu

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti dalam rangka memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Khususnya dalam mendukung penguatan tata niaga komoditas unggulan Lampung yaitu ubi kayu, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Pertemuan ini juga menjadi ruang koordinasi percepatan implementasi alat ukur kadar pati serta penyelarasan program kerja.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi upaya konkret dalam meningkatkan kualitas tata niaga komoditas daerah, sekaligus memperkuat sistem perdagangan yang lebih transparan, tertib, dan berkeadilan.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Jihan menegaskan bahwa Provinsi Lampung memiliki posisi strategis sebagai produsen ubi kayu terbesar di Indonesia.

Baca Juga :  Perkuat Pencegahan Korupsi, Pemkab Tubaba Evaluasi Target Dokumen MCSP KPK

Namun, besarnya potensi tersebut perlu didukung dengan kebijakan yang tepat serta pemanfaatan teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam sistem perdagangan.

Pemerintah Provinsi Lampung sendiri telah menetapkan Harga Acuan Pembelian (HAP) singkong/ubi kayu sebesar Rp1.350 per kilogram dengan batas maksimal rafaksi 15%. Bahkan harga di lapangan telah mengalami kenaikan menjadi Rp1.450 per kilogram.

Menurutnya, salah satu tantangan utama yang masih dihadapi adalah belum optimalnya standardisasi pengukuran kadar pati, yang berpengaruh terhadap penentuan harga di tingkat industri.

Karena itu, percepatan implementasi alat ukur kadar pati menjadi hal yang sangat penting untuk memberikan kepastian bagi petani maupun pelaku usaha.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ekosistem perdagangan komoditas.

Baca Juga :  Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Tubaba Konsultasi Sarpras ke BNPB

Pemprov berharap dukungan dari Kementerian Perdagangan untuk mengedukasi dan mensosialisasikan kepada para industri tapioka terhadap alat ukur kadar pati yang direkomendasikan, termasuk mengatur dan mengawasi tera timbangan.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menciptakan sistem perdagangan yang transparan, tertib niaga, dan berkeadilan.

Dengan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah secara bersama-sama, langkah ini menjadi strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan, sekaligus memperkokoh posisi Lampung sebagai salah satu pusat produksi komoditas unggulan nasional. (*)

Berita Terkait

Dituding Gelapkan Mobil Rental Rp1,16 Miliar, Anggota DPRD Bandar Lampung Yunika Buka Suara
Gerak Jalan Pramuka Ramaikan Pusat Kota Bandar Lampung, Polisi Siagakan 35 Personel
Mirza Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Hilirisasi Komoditas Jadi Andalan Lampung
Usai Diperiksa 11 Jam, Sekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Digiring ke Rutan Polda Lampung
Trotoar Sultan Agung Ambrol, DPRD Temukan Spek Tak Sesuai hingga Material Bekas
ProSN Jadi Fokus, Sekda Tubaba Dorong OPD Bekerja Cepat dan Tuntas
Pemkab Tubaba Matangkan Verval KDKMP Tahap II, Tim Mulai Turun Lapangan 21 September
Bupati Novriwan Jaya Hadiri BSD BAZNAS, Dorong Zakat Jadi Instrumen Pemberdayaan
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 21:49 WIB

Dituding Gelapkan Mobil Rental Rp1,16 Miliar, Anggota DPRD Bandar Lampung Yunika Buka Suara

Sabtu, 19 September 2026 - 13:03 WIB

Gerak Jalan Pramuka Ramaikan Pusat Kota Bandar Lampung, Polisi Siagakan 35 Personel

Sabtu, 19 September 2026 - 10:56 WIB

Mirza Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Hilirisasi Komoditas Jadi Andalan Lampung

Jumat, 18 September 2026 - 21:21 WIB

Usai Diperiksa 11 Jam, Sekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Digiring ke Rutan Polda Lampung

Jumat, 18 September 2026 - 21:00 WIB

Trotoar Sultan Agung Ambrol, DPRD Temukan Spek Tak Sesuai hingga Material Bekas

Berita Terbaru