LAMPUNGCORNER.COM, Jakarta — Direktur Utama (Dirut) Pertamina Nicke Widyawati mengatakan kebakaran di area Kilang Cilacap, Jawa Tengah, tidak berpengaruh terhadap produksi bahan bakar minyak (BBM).
“Dipastikan dengan terbakarnya satu tangki dari 228 tangki yang ada di Cilacap, kilang tetap beroperasi jadi tidak ada shutdown, sehingga tidak berpengaruh terhadap produksi,” ujar Nicke dalam konferensi pers virtual di Jakarta seperti dilansir Rilis.id, Senin (15/11/2021).
Nicke mengakui bahwa pihaknya telah memeriksa kondisi stok BBM di tangki-tangki kilang, pipa, terminal bahan bakar minyak, maupun pasokan yang ada di SPBU.
Berdasarkan data Pertamina, stok Premium cukup untuk 27 hari, Pertamax 15 hari, Peralite di atas 10 hari. Kemudian Solar 20 hari, Avtur 35 hari, Pertamax Turbo 50 hari, dan Elpiji 12,7 hari.
Perseroan memastikan pendistribusian BBM berlangsung seperti biasa baik di Jawa Tengah maupun sebagian Jawa Barat yang merupakan wilayah cakupan dari Kilang Cilacap.
“Kami menjamin pasokan BBM dan elpiji tidak terganggu dengan adanya insiden ini. Jadi dimohon tidak ada panic buying karena stok sangat aman,” imbuh Nicke.
Sebagai informasi, api melahap tangki 36 T-102 di area Kilang Cilacap, pada Sabtu (13/11/2021) pukul 19.10 WIB. Tangki ini berisi komponen produk Pertalite sebanyak 31 ribu kiloliter.
Ketika terjadi kebakaran, Pertamina langsung melakukan alih tangki komponen produk Pertalite yang tidak terbakar di tangki 36 T-101 ke Terminal BBM Lomanis.
Dalam upaya memadamkan api, perseroan menggunakan foam monitor dengan kapasitas penuh, water springkel, dan truk pemadam agar api tak menyebar ke tangki-tangki lain. (*)
Red









